Jumat, 25 Desember 2015

MENGENAL JERUK SEBAGAI BUMBU MASAK



Kuliner Asia banyak menggunakan jeruk sebagai bumbu masak, baik digunakan air, kulit, bahkan daunnya.

Jeruk Lemon (Citrus limon)

Bentuknya bulat seperti telur dan berwarna kuning. Selain diperas airnya untuk bumbu, kulit jeruk lemon juga sering ditambahkan untuk memberi aroma pada masakan, minuman, dan kue. Memarkan terlebih dahulu jeruk lemon dengan cara ditekan-tekan sebelum dipotong untuk diambil airnya. Dengan cara ini, air perasan akan lebih banyak.

Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)

Kulitnya berwarna hijau dengan cita rasa sangat asam. Biasanya digunakan untuk memberi rasa asam pada masakan atau minuman dengan cara diperas airnya. Potong secara melintang agar bulir buah terpotong, dengan cara ini hasil perasan air jeruk akan lebih banyak. Jeruk nipis juga dapat mengurangi aroma amis pada hidangan daging, ayam, ikan, dan seafood.

Jeruk Limau (Citrus auranitum)

Selain air jeruk nipis, jeruk limau juga sering ditambahkan untuk memberi rasa asam dan aroma wangi segar yang khas pada masakan sambal, sup, atau soto. Jeruk limau ukurannya kecil dan banyak mengandung air.

Jeruk Purut (Citrus ×hystrix)

Jeruk purut lebih sering digunakan daun dan buahnya sebagai penetral aroma amis pada hidangan udang, ikan, ayam, atau daging. Aromanya sangat kuat dan khas. Jeruk ini tidak banyak mengandung air dan memiliki ciri khas, yaitu kulitnya berkerut-kerut. Beberapa jenis kue tradisional juga menggunakan parutan kulit jeruk purut sebagai bumbunya.

Lemon Cui


Sebagian orang menyebutnya sebagai lemon Cina atau limau kacau. Rasanya sangat asam, aromanya wangi, dan airnya cukup banyak. Jeruk ini biasa digunakan pada masakan Sulawesi dan Sumatera. Penambahan air jeruk lemon mengurangi aroma amis ikan atau daging, serta memberi efek rasa asam segar. Jeruk ini banyak dijumpai di Sulawesi Utara. Teks & Foto: Budi Sutomo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar