Rabu, 26 Oktober 2011

Nasi Bogana - Alternatif Kuliner untuk Traktir Makan

JAKARTA - Bagi sebagian besar orang, tanggal kelahiran (ulang tahun) selalu diingat dan dirayakan. Dan mungkin sudah menjadi kebiasaan, apabila ada seseorang yang berulang tahun, pastilah rekan-rekannya akan meminta untuk ditraktir makan sebagai bentuk dari perayaan ulang tahun. Bagi orang yang sedang berulang tahun, mentraktir rekan-rekannya sudah menjadi kebiasaan sebagai perwujudan ungkapan syukur.

Urusan traktir mentraktir mungkin bagi sebagian orang tidak menjadi masalah, dengan adanya sumber financial yang cukup, maka lokasi dan tempat untuk mentraktir ataupun jenis makanan apa yang akan dibeli tidak menjadi kendala. Asalkan ada uang, maka segalanya dapat diperoleh. Namun mungkin sebagian lain orang akan menjadi masalah yang cukup sulit karena harus menyesuaikan dengan budget yang tersedia.

Bagi Pembaca yang saat ini harus mentraktir makan rekan-rekan, namun memiliki budget dengan jumlah terbatas, dapat menjadikan kuliner yang satu ini sebagai alternatif untuk mentraktir rekan-rekan, nasi bogana Lina.

Penulis mengetahui kuliner yang satu ini ketika ada salah satu rekan penulis yang berulang tahun. Rekan penulis memesan Nasi Bogana Lina ini untuk mentraktir rekan-rekan sekantor. Nasi bogana ini dapat diantar ke tempat pemesan (khusus untuk wilayah Jakarta) dengan pesanan minimum sebanyak 20 porsi. Nasi Bogana ini tersedia dalam beberapa ukuran dan kemasan. Untuk yang dikemas dengan daun pisang, tersedia dengan ukuran kecil seharga Rp 11.000 per porsi dan ukuran besar seharga Rp 13.000 per porsi.
Paket nasi bogana yang dikemas dengan steroform dibanderol dengan harga Rp 14.000 per porsi, sedangkan untuk paket nasi bogana yang dikemas dalam kotak karton, harganya adalah Rp 20.000 per porsi. Per porsi Nasi bogana ini terdiri dari nasi gurih dengan lauk telur pindang, dendeng age, ayam kari suwir, sambal goreng ati ampla, sambal goreng tempe kacang panjang.

Penulis menilai bahwa cita rasa nasi bogana Lina lumayan lezat dengan rasa yang dominan manis sehingga sangat cocok untuk yang memiliki selera senang dengan makanan yang manis.

Selain nasi bogana Lina, di tempat ini juga disediakan jenis makanan lainnya, yaitu: Nasi bali (isinya terdiri dari Nasi gurih, telur pindang, ayam kari suwir bumbu bali, balado kering sapi, kari kacang panjang, tempe kacang kering), Nasi Langgi (isinya terdiri dari nasi gurih, terik daging sapi, ikan asin jambal, terancam kacang panjang, udang goreng, daun kemangi dan telor dadar iris), Nasi Cakalang (isinya terdiri dari nasi gurih, tongkol goreng, tomat hijau iris, cabe rawit hijau, daun melinjo), Nasi Pepes Jamur (isinya terdiri dari nasi gurih, ayam, jamur, cabe rawit hijau iris dan daun bawang), Nasi Pepes Peda (terdiri dari nasi gurih, daun melinjo, peda goreng, bawang merah bakar, cabe rawit utuh, oseng daun singkong).

Lokasi Nasi Bogana Lina ini berada di Pangkalan Simprug Golf dengan nomor telepon yang dapat dihubungi adalah +62 021-55753239 atau +62 0858 83015533.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Bandeng Asap Sudi Mampir, Oleh-oleh Dari Surabaya

SURABAYA - Sebagaimana yang telah penulis ceritakan dalam artikel sebelumnya, dari hasil kunjungan penulis ke Kota Surabaya, penulis menjumpai satu jenis kuliner yang belum pernah penulis temukan sebelumnya, yaitu bandeng asap yang dijual di Toko oleh-oleh Sudi Mampir yang beralamat di Jalan Gubeng Besar No. 72-74 Surabaya, telepon 031 5341714.

Bandeng Asap ini berbeda dengan bandeng presto, karena duri ikannya belum lunak, sehingga perlu berhati-hati dalam memakan ikan bandeng asap ini.

Aroma asap yang khas sangat terasa ketika kita menikmati bandeng asap ini. Penulis menilai bahwa secara keseluruhan rasa dari ikan bandeng asap ini cukup lezat, mirip bandeng presto, manis, hanya saja yang membedakan adalah adanya bau asap yang khas. Namun yang disayangkan menurut penulis adalah sepertinya ada bumbu atau penyedap rasa dari bahan kimia yang menyebabkan apabila kita memakan terlalu banyak akan terasa ada sesuatu yang kurang nyaman di tenggorokan. Penulis merasa bahwa ini kemungkinan disebabkan adanya pemanis yang dicampurkan pada bandeng asap ini (mungkin menggunakan vetsin atau pemanis buatan).

Namun menurut rekan yang pernah menikmati bandeng asap, bandeng asap Ho Yoe yang dijual di Bandara Juanda, rasanya lebih enak. Lain kali apabila mampir ke Surabaya, penulis bermaksud untuk mencoba bandeng asap Ho Yoe ini.

Kamis, 06 Oktober 2011

Bandeng Asap, Oleh-oleh Dari Surabaya

SURABAYA - Jika berbicara mengenai oleh-oleh ikan bandeng, maka yang terlintas dalam bennak kita adalah bandeng presto khas Semarang. Tapi dalam kunjungan penulis kali ini kota Surabaya, ternyata di Surabaya juga ada oleh-oleh ikan bandeng, yaitu bandeng asap.

Karena penulis tidak mendapatkan referensi mengenai oleh-oleh khas yang dapat diperoleh yang unik dari Surabaya, maka penulis meminta supir taxi Blue Bird yang penulis tumpangi untuk singgah ke pusat oleh-oleh di kota Surabaya. Oleh supir taxi ini, penulis diantar ke Jalan Genteng Besar. Ternyata di jalan ini terdapat banyak toko yang menjual aneka jenis penganan yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh. Karena bingung, maka penulis memilih salah satu toko yaitu Toko Sudi Mampir yang beralamat di Jalan Gubeng Besar No. 72-74 Surabaya, telepon 031 5341714. Di sini penulis menemukan aneka cemilan khas Surabaya dan sekitarnya seperti keripik, emping melinjo, pia/bakpia, keripik sukun, keripik nangka dan sebagainya.

Penulis kurang tertarik dengan aneka cemilan ini, karena bagi penulis ini sudah biasa dinikmati. Justru penulis tertarik dengan kotak-kotak yang tersusun dan tertulis, bandeng presto. Penulis heran dan bertanya kepada pelayan toko, bukankah bandeng presto itu khas Semarang. Tapi pelayan toko ini menyebutkan bahwa bandeng presto ini berbeda dengan yang ada di Semarang. Bahkan di sini ada bandeng asap yang katanya cukup terkenal bagi para pencari oleh-oleh.


Penasaran dengan bandeng asap ini, penulis mencoba membelinya. Harga bandeng asap ini dibanderol sebesar Rp 85.000 per kilogram (sekitar 2 ekor). Tercium dari baunya memang cukup menggoda. Selain itu, penulis juga membeli keripik sukun, yang dihargai Rp 15.000 per bungkus (berat 250 gr).

Ternyata di bandara Juanda, penulis juga menemukan satu counter penjual bandeng asap, yaitu Ho Yoe. Namun bandeng yang dijual disini dihitung harga per ekor yang bervariasi antara Rp 70.000 sampai dengan Rp 90.000. Jika ukurannya mungkin sama dengan ukuran per ekor bandeng asap yang dijual di Toko Sudi Mampir. Jadi menurut penulis, bandeng asap yang dijual di bandara ini lebih mahal.

Foto-foto dan cerita mengenai bagaimana rasa bandeng asap ini akan penulis ceritakan dalam artikel berikutnya. Pada artikel ini penulis tidak dapat mengunggah foto-fotonya, karena penulis mem-posting artikel ini menggunakan handphone ketika sedang menunggu di ruang boarding Bandara Juanda.