Senin, 27 Agustus 2012

Berburu Keripik Singkong Super Pedas Maicih

Jakarta - Keripik singkong merupakan kuliner cemilan sehari-hari yang sangat mudah kita temui di mana saja di seluruh daerah di Indonesia. Keripik singkong ini merupakan cemilan yang sangat digemari oleh siapa saja, sehingga muncul berbagai macam bentuk dan sajiannya. Mulai dari keripik sanjai yang berasal dari Padang yang sangat dikenal ciri khas kepedasannya, hingga keripik yang sudah diproduksi oleh pabrikan yang dikemas dalam kemasan makanan dalam bentuk snack.

Salah satu produsen keripik singkong yang melihat potensi pasar ini adalah Keripik Singkong Maicih. Penulis tertarik dengan keripik Singkong Maicih ini karena adanya beberapa keunikan dari produk ini. Antara lain adalah rasanya yang sangat pedas, serta cara pemasarannya yang unik.

Keripik singkong Maicih diberi motto “for icihers with love” pertama kali dikembangkan oleh seorang pemuda bernama Reza Nurhilman yang biasa dipanggil “AXL” pada tanggal 29 Juni 2010. Nama Maicih ini terinspirasi dari dompet kecil berisi receh yang kerap kali disebut sebagai dompet icih oleh sang bunda. Saat ini keripik singkong Maicih ini sudah diproduksi secara profesional melalui perusahaannya PT Maicih Inti Sinergi yang berlokasi di Bandung. Keripik singkong dengan potongan/irisan tipis dan kecil-kecil serta dicampur dengan bumbu yang terdiri dari cabe rawit kering, bubuk bawang putih, bubuk bawang merah, penyedap rasa, garam, daun jeruk dan minyak nabati yang dikemas dalam kemasan dan dilabeli dengan nama Maicih.

Keripik singkong Maicih ini terdiri dari beberapa level pedas, yaitu level 03, level 05, dan level 10 (yang paling pedas). Penulis mencoba keripik dengan tingkat kepedasan level 05, rasa pedasnya luar biasa. Begitu di mulut langsung terasa panas dan pedas. Mungkin bagi Anda yang pecinta rasa pedas, keripik dengan level 05 ini belum cukup pedas, tapi bagi penulis yang kuat untuk makan pedas, keripik singkong level 05 ini sudah terasa sangat luar biasa pedasnya. Bagi Anda yang ingin mencoba keripik yang paling pedas, boleh dicoba yang level 10 (dan apabila berkenan boleh sharing pendapat Anda mengenai tingkat kepedasannya di comment di bawah ini).

Hati-hati bagi Anda yang tidak tahan pedas, jika masih nekat untuk mencoba keripik ini, mungkin akan mengalami sakit perut akibat kepedasan karena hal ini telah dirasakan oleh beberapa rekan penulis.

Sebenarnya menurut penulis, keripik singkong Maicih tidaklah terlalu istimewa karena bentuk dan cita rasa sama seperti keripik singkong yang lain yang dijual dalam bentuk snack bungkusan dengan keripik yang kering (tidak sama seperti keripik sanjai dari Padang yang masih basah karena dilumuri dengan minyak cabe). Namun yang menjadikan keripik singkong Maicih ini istimewa adalah rasa pedasnya yang luar biasa. Selain pedas juga terasa panas karena bumbu yang digunakan adalah bubuk cabe rawit.

Dan yang uniknya lagi, bagi Anda yang ingin mencoba keripik singkong Maicih ini, Anda perlu berjuang untuk berburu kuliner yang satu ini. Karena keripik singkong Maicih ini dijajakan di mobil dan lokasinya berpindah-pindah yang diberi istilah “gentayangan”. Satu-satunya cara yang dapat membantu untuk mengetahui lokasi penjualan keripik singkong Maicih adalah dengan mengakses situsnya www.maicih.co.id atau dengan mem-follow twitternya @infomaicih. Ini merupakan salah satu trik marketing model baru yang dilakukan oleh produsen Keripik Maicih. Penulis menemukan lokasi yang menjadi tempat berjualan Keripik Maicih ini adalah Universitas Moestopo (Beragama), Senayan. Namun bagi Anda yang ingin berburu keripik Maicih ini, agar mencari informasinya di twitter resmi Maicih tersebut.

Sebungkus keripik Maicih dengan berat bersih 180gr dibandrol dengan harga Rp 15.000 (untuk level 03 dan level 05) serta harga Rp 18.000 (untuk level 10).

Selain keripik singkong, juga dijual produk lainnya seperti kerupuk seblak, kerupuk gurilem dan basreng (baso goreng). Namun produk lainnya ini kurang diminati seperti halnya keripik singkong.

Minggu, 19 Agustus 2012

Restoran Seafood di Cibubur Yang Tetap Buka Saat Lebaran

Cibubur - Bagi sebagian orang saat Lebaran adalah saat yang paling repot untuk mengurus rumah tangga, mulai dari mencuci pakaian, menyetrika pakaian, menyapu dan mengepel, mencuci piring sampai dengan memasak. Hal ini disebabkan karena pembantu rumah tangga yang telah mudik. Akibatnya mereka ini akan mencari alternatif yang dapat memudahkan. Misalkan untuk makan, mereka akan mencoba untuk makan di luar seperti di rumah makan atau restoran.

Namun tidaklah mudah bagi kita untuk dapat menemukan restoran atau rumah makan yang buka pada saat Lebaran, apalagi pada hari pertama Lebaran. Hal inilah yang dialami penulis pada saat Libur Lebaran kali ini. Kemarin saat Lebaran hari pertama, penulis bersama dengan sanak saudara yang akan makan siang mengalami kesulitan untuk mencari restoran atau rumah makan yang buka sepanjang jalan Alternatif Cibubur, mulai dari tempat wisata Taman Buah Mekarsari hingga menjelang Pintu Tol Cibubur. Padahal sepanjang jalan Alternatif Cibubur ini dikenal dengan banyaknya lokasi kuliner yang menjajakan beraneka ragam menu masakan. Hampir putus asa kami mencari apalagi saat itu adalah jam makan siang dan kami semua sudah kelaparan.

Beruntung setelah sekian lama kami mencari, akhirnya kami menemukan sebuah restoran Seafood yang buka. Restoran ini adalah Restoran Seafood Taman Laut yang berlokasi di seberang perumahan Raffles Hills. Rupanya menurut pemiliknya, mereka baru saja buka, karena malam sebelumnya mereka buka hingga pukul 00.00. Mereka tidak pernah tutup ketika hari libur Lebaran.

Restoran ini terdiri dari 2 bagian ruangan, yaitu bagian ruang ber-AC dan ruangan yang tidak ber-AC.

Kami pun memesan menu-menu yang tersedia. Ada ikan bakar kuwe dengan harga Rp 15.000 per onns, kerang dara rebus dengan harga Rp 12.000 per porsi, udang pancet bakar dengan harga Rp 15.000 per ons, toge goreng polos dengan harga Rp 10.000 per porsi, toge goreng ikan asin (dicampur ikan teri) dengan harga Rp 20.000, sapo tahu seafood, buncis cah.

Menu ikan bakar kuwenya cukup lezat. Dengan rasa dan bumbu yang pas serta cara membakar yang cukup merata membuat ikan bakar kuwe ini sangat mantap rasanya dan tidak amis. Ikannya cukup segar. Saat kita akan memesan ikan ini, kita dapat memilih ikan, ikan yang masih hidup yang dipajang di akuarium pada bagian depan restoran ini.

Namun sayangnya untuk menu kerang dara rebus, rebusannya terlalu matang yang mengakibatnya daging kerangnya menjadi menciut dan alot. Penulis menduga bahwa hal ini disebabkan karena saat Lebaran, bahan baku kerang yang sulit diperoleh sehingga mereka membeli banyak dan sebelumnya telah direbus dahulu. Ketika ada yang memesan, maka disiram air panas lagi. Hal inilah yang menyebabkan kerang dara ini terasa kurang segar dan alot.

Udang pancet bakarnya juga cukup lezat. Penulis menilai bahwa menu seafood bakar di restoran ini memang ukup istimewa.

Restoran Taman Laut ini beralamat di:
Jl. Alternatif Cibubur KM 1,2 Cibubur, Jawa Barat (tepat di seberang perumahan Raffles Hills)
Telp. +62 021 84303311
Faks. +62 021 84303322

Rupanya restoran Taman Laut ini juga buka di:
Jl. Pajajaran No. 50A
Bogor, Jawa Barat
Telp. +62 0251 8336623
Faks. +62 0251 8350854

Jumat, 10 Agustus 2012

Nasi Bakar di d'Palm Resto, Cisalak

DEPOK - Ada banyak restoran dan rumah makan yang berada di Cisalak, Depok, Jawa Barat. Namun selama ini penulis belum pernah menemukan salah satu restoran di Cisalak ini yang memiliki sajian khas yang enak. Mungkin satu-satunya rumah makan di Cisalak yang sempat menjadi restoran paling terkenal hingga ke Jakarta adalah Rumah Makan Tape Uli Cisalak. Rumah Makan Tape Uli Cisalak ini sempat menjadi salah satu restoran favorit dan terkenal di era tahun 1970-an sampai dengan tahun 1980-an. Namun setelah itu, nama besar rumah makan ini semakin memudar setelah dibukanya jalan tol Jagorawi sehingga akses utama orang Jakarta ke Bogor tidak lagi melalui Jalan Raya Bogor melainkan langsung melalui jalan tol Jagorawi.

Belum lama ini, penulis secara tidak sengaja mencoba di sebuah restoran di Cisalak yang buka belum terlalu lama dan menemukan bahwa ada salah satu menunya yang lumayan untuk dicoba. Rumah Makan ini adalah d'Palm Resto ini beralamat di Jalan Raya Bogor KM 31 (tidak jauh dari Simpangan Jl. Radar Auri), Cisalak, Depok.


Terlihat bahwa rumah makan ini sepi. Mungkin karena rumah makan ini baru buka belum terlalu lama sehingga masih belum diketahui banyak orang.

Karena sudah lapar, maka penulis segera memesan nasi bakar. Sambil menunggu nasi bakar, penulis juga memesan tahu telor. Tahu telor yang disajikan ini mengingatkan penulis dengan makanan khas Palembang, yaitu lenggang, dengan tahu yang digoreng dengan telor yang dikocok serta ditaburi dengan potongan mentimun, tauge, kacang goreng, irisan cabe merah, irisan bawang merah dan bawang putih yang disiram dengan kuah yang mirip dengan pempek. Rasanya tidak mengecewakan walaupun tidak terlalu istimewa.

Menu yang menurut penulis cukup lezat adalah nasi bakar. Nasi bakar yang dibakar dengan bumbu yang cukup lezat dan gurih membuat nasi bakar ini sangat istimewa rasanya dan agak asin karena diberi potongan kecil ikan asing. Penulis menyukai nasi bakar yang disajikan di tempat ini.

Harga seporsi Nasi Bakar paket lengkap (terdiri dari nasi bakar yang dibungkus dengan daun pisang, sepotong ayam goreng atau ayam bakar (bisa dipilih), 2 potong tahu dan sepotong tempe goreng, lalapan) adalah Rp 25.000 (sedangkan untuk nasi bakar saja harga seporsi nasi bakar saja adalah Rp 17.000). Tahu Telor harganya adalah Rp 12.000 per porsi. Dengan minuman teh tawar seharga Rp 3.000 per gelas.

Restoran d'Palm Resto ini beralamat di Jalan Raya Bogor KM 31 (tidak jauh dari Simpangan Jl. Radar Auri), Cisalak, Depok. Nomor telepon +62 21 87707335.

Penulis merekomendasikan kepada pembaca yang mengunjungi tempat ini untuk mencoba menu nasi bakarnya.

Update:
Pada tanggal 31 Mei 2015 penulis kembali memesan menu nasi bakar komplit di Restoran d'Palm Resto ini. Saat ini harga 1 paket nasi bakar komplit adalah seharga Rp 29.000. Sedangkan jika nasi bakar saja (tanpa ayam, tahu dan tempe) harganya adalah Rp 16.000.