Minggu, 12 Oktober 2014

[Hotel Review] : Pullman Legian Nirwana Resort (1)

Liburan ke Bali ini kali ini terasa berbeda bagi saya. Selain karena orang tua saya yang kembali pindah ke Bali (say yay to that!), saya juga menghabiskan sebagian besar waktu saya untuk menikmati Bali dari Pullman Legian Nirwana Resort. Jika biasanya liburan ke Bali saya dihabiskan untuk restaurant & café hopping, kali ini short trip saya lebih santai dan relaks. Terlebih lagi, Hans dari Eatandtreats juga datang di waktu yang hampir bersamaan. Nothing beats a holiday in Bali with your bestie, right?





Pullman Legian Hotel terletak di depan Pantai Kuta, salah satu pantai yang menjadi ikon Bali sejak dulu. Meskipun letaknya di ujung jalan, namun lokasinya masih terbilang strategis. Pantai Kuta yang menjadi objek wisata ini hanya berjarak langkahan kaki dari pintu masuk hotel, begitu pula dengan tempat-tempat lain seperti legian street, hard rock, bahkan Beachwalk Mall yang menjadi salah satu pusat perbelanjaan hits di bali belakangan ini.


Saya datang pada pukul 3 sore, disambut dengan sapaan hangat dari porter dan reception dari Pullman. Saya memang tidak menggunakan jasa airport transfer yang disediakan karena saya berangkat dari rumah orang tua di Denpasar. Lobby Pullman merupakan open space lobby yang memanfaatkan hembusan angin pantai untuk menyejukkan ruangan.  


 

Pullman memiliki 3 tower yang masing-masing towernya terdiri dari 5 lantai. Towernya dibangun memutar dengan bentuk menyerupai bunga frangipani jika dilihat dari atas.





Saya menempati kamar grand deluxe dengan park view (sayang sekali, beach viewnya sedang fully booked saat itu) yang terletak di tower 1 lantai 3. Kamarnya cukup luas dengan sentuhan desain modern. Sebuah tempat tidur terletak di tengah ruangan, sebuah meja di salah satu sudutnya dan sebuah sofa kecil di sudut lainnya. 


This Photo using free Poppylove curve from Eatandtreats. Love the tone!



 

Kamar mandinya menyerupai lorong kecil di balik tempat tidur. Dalam area kamar mandi terdapat dua lemari baju, wastafel, bathup, shower room dan toilet yang terpisah. 

Yang unik adalah ternyata Pullman Legian Hotel menyediakan beberapa peralatan olahraga yang dapat dipakai seperti barbel dan yoga mat. 
Bahkan Pullman juga dengan cuma-cuma, meminjamkan sebuah tas pantai cantik yang dapat digunakan selama tinggal di Pullman. Jika tertarik untuk membawa pulang, maka pengunjung dapat membelinya dengan harga 360K.




A life saver!



Setelah beristirahat sejenak di dalam kamar, saya pun segera menuju Infinity Pool Pullman yang kebetulan terletak satu lantai dengan kamar saya. Sinar matahari masih cukup terik ketika saya tiba. Namun, area kolam sudah mulai ramai. Sebagian besar berjemur santai, sebagian lainnya berenang sambil menikmati detik-detik terbenamnya matahari. Menikmati golden sunset dari Infinity Pool Pullman menjadi salah satu momen favorit saya pada hari itu!





Malam harinya, saya turun ke Sembilan Restaurant, salah satu restoran Pullman yang menyediakan menu all you can eat berbeda di setiap harinya. Sembilan Restaurant pada malam itu menyuguhkan dinner dengan tema 100 Miles Nasi Campur. 
Rupanya nama 100 miles ini digunakan karena Sembilan bekerja sama dengan para petani lokal untuk menyajikan aneka sayuran-sayuran organik yang segar dari Senganan yang berjarak 100 miles. Setiap dua kali seminggu, petani lokal akan datang dan membawa langsung hasil kebunnya. Berbagai sayuran segar itulah yang digunakan pada setiap masakan di Sembilan.

 

100 Miles Nasi Campur

 

 

 


Menu buffet Nasi Campur ini terdiri dari pilihan nasi (putih/merah), ayam betutu serta sayur urap Bali dengan irisan telur bumbu Bali. Tidak ketinggalan pula sate lilit sebagai pelengkapnya. Di samping itu juga terdapat grill station dimana pengunjung bisa memilih dan meminta chef untuk memasak aneka sate yang dapat diambil sesuka hati.

 



Appetizer : Ayam (chicken) pelalah on Crispy Noodles, be Sampi Mesisit (beef), Rujak Buah Base Gula Manis, Lawar Kacang Be Siap (long bean), Tuna with Sambal Matah




Soup : Ares Bebek




Grill Station : sate ayam, sate sapi, sate udang, sate lilit dan sate ikan, all served with lontong, plecing kangkung, sambal and bumbu kacang.



Dessert : Kelepon Tabanan, Clorot, Dadar Gulung, Pisang Rae, puding sari kelapa



Menu nasi campur Sembilan patut diacungi jempol. Terutama ayam betutunya yang kaya akan bumbu dan sangat empuk. Bumbu basa genep yang digunakan benar-benar meresap ke hingga ke bagian dalam. Dagingnya sangat empuk dan juicy. Sate lilitnya juga tidak kalah lezat. sedikit rasa pedas yang terjejak di antara gurih menambah kenikmatan bersantap.

 
Aneka sate dari grill station juga sempat saya cicipi. Sate lilit, sate ikan dan sate ayam menjadi favorit saya malam itu. Sengaja saya tidak menggunakan bumbu kacang, melainkan memakannya dengan aneka sambal sebagai dippingnya. Pada malam itu, setidaknya 4 macam sambal dapat dinikmati yakni sambal matah, sambal gadang, sambal bongkot dan sambal merah. Sambal hijau khas Bali yang warnanya mirip guacamole ini sangat saya suka! Cocok sekali untuk penggemar pedas karena rasa pedasnya yang kuat. Recommended!

 

Tidak lama setelah puas menikmati suguhan buffet dinner dari Sembilan, saya pun kembali berkeliling sebelum kembali ke kamar. Pullman Legian Hotel rupanya terlihat lebih cantik lagi di malam harinya. Sorotan lampu menambah kesan romantis pada setiap sudut-sudut hotel. Malam itu saya habiskan untuk bersantai di tepi Infinity Pool yang buka hingga malam sambil mendengarkan deru ombak laut yang menenangkan.

 





(continue to Pullman Legian – Day 2)

Rabu, 08 Oktober 2014

Warung Seafood Baruna (JOGJA)

Alamat: Jalan Monjali kalo dr arah ringroad utara, sebelah kanan jalan ya.. Jauh sebelum lp merah jembatan baru. 

Hari ini hari terakhir cwokku dijgja, dy mau pergi kerja :( dengan hati yg sangat sedih, aku mau mmbuat dy senang dgn memakan seafood which are his all times favorite. Kali ini aku mau nyobain tmpat seafood yg dlu ga pernah nemu, tp kmren bru dikasih tau sm temenku letaknya. Pas sampe sana, suasana sangat khas tmpat makan jadul menyambut. Cukup rame. Ada 3 meja terisi sudah hehe. Disana bs langsung aja milih apa yg klian mau, pilih yg enak2 pastinya hehe.

Kita pesen:
  1. Dua Kepiting biasa masak asam pedas (53ribu / 9rb per ons) : aku sebenerny ga begitu suka makan kepiting. Kalo udah ada dagingnya sih suka, tapi kalo disuruh makan ribet gitu malah bete sendiri krn dagingnya tersembunyi. Haha. Tp kuahnya yummy banget. Seger dan pedesnya tu menggelitik tenggorokan. Isinya ada tomatnya dan bombaynya. Sedep banget. Kepitingnya ada yg telor atau yang biasa. yang biasa aja udah cukup besar kok :)
  2. Cumi goreng tepung (18rb): kata bapaknya yang nawar2in ikannya, cuminya pada suka kalo digoreng tepung. Pas dateng, memang bukan seperti cumi yang biasanya bulet2 dengan balutan tepung uang yang crispy gitu, disini dipotong panjang2 dan cuma dikasih sedikit tepung. Jadi bener2 ngerasain cuminya. Memang digorengnya pas matengnya krn sama sekali gak kenyal. Empuk bgt. Yumm!


Kepiting asam manis

Cumi goreng tepung




Memang sih, kita ni archipielago alias terdiri dari banyak sekali pulau2 disekelilingi sm lautan. Tp ironisnya makanan laut cukup mahal dinegara kita ni.. kalo sekali2 gpp deh makan yang agak mahal, krn rasanya so worth it! 

Habis 80rbuan untuk berdua

Score: 7.5 / 10


Sabtu, 04 Oktober 2014

Canting Resto (JOGJA)

Alamat: Rooftop Galeria Mall

Reunian ama bestfriends itu harus ditempat yang ngehits lah haha. yang lagi happeninh nih canting. Memang tempatnya, plang dll itu nyempil banget tp tempatnya cozy abis. Dgn range makanan 35- 140rb, tempat ini boleh lah dicoba hehe. Aku sama temenku langsung pesan duluan deh sembari nungguin yg lain pada dateng..check this out

Kami pesan:
  1. Chili Cheese Quesadillas (35rb): ini merupakan makanan khas latin. Mereka auka banget makan quesadillas, ibarat kalo disini itu pastel atau cemilan lainnya. Di resto ini, sudah dimodif isi dan luarannya. Kalo disini isinya red beans atau kacang merah yang sudah direbus pastinya, trus saos mirip saos pizza gt dan daging. Luarannya pake kulit tortilla gitu, makannya memang agak berantakan sih, tp enak kok dan bkin kenyang meski aku makan berdua kok! Perfect snack.
  2. Canting "JOSS" burger (60rb): burger apa yang bs jadi special dr menu ini?? Wah kalo high end burger itu memang beda rasa dan daging yang digunakan. Dagingnya tebel dan gak banyak dicampur oleh bahan2 lain. Lembut banget. Kekurangannya adalah bun yang bagian bawahnya agak sedikit keras. Aku ga tau itu sengaja apa enggak sih. Bun nya ini quite unique juga warnanya hitam. Hehe tp rasanya gak berubah kok dr roti biasa hehe. Rasanya oke banget kok. Suka! Disajikan kayak semacam telenan gitu. Hehe ada segelas porsi kentang goreng, home made gitu.. dipotong langsung katanya. Enyak lah. Kurang banyak potongannya hahahaa.
  3. Burritos (55rb): nah kalo kalian suka nnton film kartun gt, seringkali burritos itu digambarkan sebagai menu chicken wrapped yang di kfc aku lupa namanya. Ya mungkin bs dibilang kayak kebab gitu tapi dalemnya jauh lebih banyak hehe. Kalo disini isinya nasi lemon dgn grilled chicken gitu. Nasinya disini dimasak ala barat. Jadi butirannya gak pulen. Ditemani sama kriuknya nachos. Enak deh.
  4. Mac n cheese(55rb): temnku nyobain yang ini, mac n cheese itu juga makanan khas amrik uang digemari banget. Ya intinya tu makaroni dikasih cheese, cheese and more cheese. Makaroni disini dipilih yang mini2. Rasanya enak, namun agak kurang terasa nih cheesenya. Positif sidenya, gak eneg jadinya haha. Diatasnya dikaaih kayak crispy gitu. Enyak :3
  5. Passion fruit tea(23rb): huaus banget aku. Untung aja tehnya disini disajikan di jar gt. Mantep segeer deh. Bertaburan telur kodok alias biji selasih

Canting joss burger

Chili cheese quesadillas

mac n cheese

Burritos

passionfruit tea

Hot choco with marshmallow

apa ini ya? Hmm no idea

Yang pasti meski harganya cukup mengikis pocket, namun porsi yang disajikan cukup besar kok. So okelah worth it :)







Kalo lagi ada waktu luang buat ngobrol sama temen2, canting ini bs deh dijadiin tempat hang out.. mungki karena masih baru tempatnya, pelayannya lama bnget kalo diminta bill, atau kursi. Lamaaaa banget bahkan harus berapa kali diulangin2 terus. Cuma kalo makanannya cukup cepat kok :) ow ya klo mau foto2 dibawah jam 10 ya soale diredupin kalo ud maleman dikit hehe.
just info aja, tax nya 18%

Aku habis 120rb 

Score: 7.5 / 10


Jumat, 03 Oktober 2014

French Cuisine Promotion at Seasons Cafe

Pada bulan September dan Oktober ini Seasons Café di Four Seasons Hotel menyajikan French Cuisine Promotion yang menyajikan aneka hidangan buffet dengan citarasa khas Perancis. Sang Executive Chef, Eric Pellen yang berasal dari Brittany memilih aneka menu tradisional khas perancis untuk disajikan sebagai salah satu station buffet di Seasons Café selama dua bulan ini.
 
Berbeda dengan menu-menu masakan Perancis khas fine dining seperti foie gras, oyster ataupun caviar. Chef Eric Pellen yang pernah bekerja di Michelin Starred restaurant ini menghadirkan hidangan perancis favorit  yang lebih casual namun tetap elegan. Sebut saja diantaranya Veal Blanquette, Chicken Normande, Beef Estouffade, Beef Arlisianne, Chicken Marengo, Bouillabaise, dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan dessert dan starter menu,
 
Chef Eric menghadirkan berbagai macam hidangan yang diganti setiap harinya. Jadi, khusus untuk French station tidak akan ada menu yang sama setiap harinya. Chef Eric sudah menyiapkan sejumlah menu yang akan di rotasi setiap harinya selama dua minggu berturut-turut sehingga pengunjung tidak akan merasa bosan dengan sajian yang itu-itu saja.
 

FRENCH CUISINE PROMOTION
SEASONS CAFÉ


Lunch Buffet 270K++
Dinner Buffet 295K++
 

STARTERS

Bouillabaisse Soup


Favorit! Rasa supnya segar dengan semburat rasa asam. Isinya terdiri dari macam-macam seafood namun sama sekali tidak ada bau amis yang menguar. Seporsi sup hangat ini semakin lezat dinikmati dengan garlic bread yang renyah.
 
Salad Station


Hard Boiled Egg with Tuna French Style


Telur rebus ala Perancis ini diolah kembali dengan menambahkan bumbu ke dalam kuning telur dan menambah irisan tuna di atasnya. Simple yet tasty dish.

Tartare de Boeuf


Pertama kalinya saya mencoba daging sapi mentah, and it turned out so good! Daging cincangnya terasa juicy dan sangat gurih dengan tekstur yang agak creamy.

MAIN COURSE
 
Whole Roasted Duck Nivernaise




Bebek dan sautee mushroomnya sama-sama lezaaat!
Saya suka daging bebek yang gurih dan tidak kering, sautee mushroom juga dibumbui dengan baik. Grilled veggienya menjadi pelenngkap yang sempurna untuk hidangan utama ini.
 
Pissaladiere


Roasted Lamb Leg Mercedes 


Satu lagi yang patut dicoba jika bertandang kemari.
Irisan lamb leg ini dagingnya super lembut dan nyaris tak berbau. Aroma wangi dari herbs yang digunakan menambah kenikmatan bersantap. Lamb leg ini disajikan dengan sayuran dan homemade gravy yang juga tidak kalah lezatnya.
 
Choux Frisee Farci A La Poitrine de Boeuf


Gratin Sayovard


Potato gratin! Siapa yang bisa menolak?
lapisan atasnya terasa renyah sementara bagian dalamnya terdiri dari kentang empuk berlumur saus cream yang gurih.
Yumm!

Veal Blanquette


Satu lagi hidangan favorit saya, masakan yang terbuat dari daging sapi muda dalam kuah kaldu putih. Kuah kaldu disini ditambahkan roux (tepung dan mentega/butter) & susu sehingga menjadi menyerupai cream sauce. Rasanya gurih namun tidak sepekat cream sauce. Daging sapinya juga empuk, di samping itu tekstur sayuran tidak menjadi terlalu lembek. Perfect.


CHEESE STATION


Kurang lengkap rasanya bila menyantap hidangan ala Perancis tanpa keju. Aneka varian keju ini terletak di salah satu sudut buffet dan tersedia di setiap harinya. As a cheese lover, how can I resist these temptation?


DESSERT


Chouquettes


Chouquettes merupakan dessert yang menyerupai kulit kue sus. Rasanya slightly gurih dan agak renyah, sedangkan bagian dalamnya kosong. Saya paling suka menikmati chouquettes ini sambil ditemani oleh secangkir teh hangat.

Baba Chantily



Para sweet tooth pasti akan sangat menyukai Baba Chantilly! 
Baba Chantilly merupakan dessert ala Perancis yang terbuat dari roll bread yang direndam dengan orange juice/rum (di Seasons Cafe menggunakan orange juice dan sedikit rum, FYI) dan disajikan dengan krim vanilla.
 
Pudding Diplomat


Pudding Diplomat ini merupakan nama lain dari bread pudding. Diberi nama unik ini karena pada awal penyajiannya, puding roti ini sering disajikan sebagai menu pada acara konferensi diplomatik. Pudding ini terasa cukup lembut dan manis, hanya saja saya mengharapkan tekstur yang sedikit lebih 'basah' lagi.


CHEF ERIC PELLEN

 
Selain French station yang menjadi highlight bulan ini, Seasons Café juga menyediakan aneka hidangan western, Indonesia, Jepang, bahkan India untuk melengkapi varian santap siang ataupun malam pengunjung. French cuisine promotion ini akan berakhir pada akhir bulan Oktober mendatang, jika ingin bersantap malam disini, jangan lupa untuk membuat reservasi terlebih dahulu agar lebih nyaman.
 
 


 
SEASONS CAFÉ
Four Seasons Hotel Jakarta
Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta 12920, Indonesia