Jumat, 05 Juli 2013

PizzaExpress, A Chef's Table Evening


Minggu lalu saya mendapat kesempatan untuk menghadiri acara A Chef’s Table Evening di PizzaExpress. Acara ini dilangsungkan dalam rangka ulang tahun ke 7 dari Pizza Express yang sebelumnya bernama Pizza Marzano. Sedikit informasi, Pizza Marzano sebenarnya merupakan bagian dari PizzaExpress, namun setelah PizzaExpress menjadi brand global maka dilakukan penyesuaian dengan pergantian nama semua Pizza Marzano menjadi PizzaExpress.


Acara dimulai dengan penayangan video singkat mengenai PizzaExpress dan diikuti oleh penjelasan proses pembuatan pizza dari Chef Endang, sang Executive Chef dari PizzaExpress.

Ciri Khas PizzaExpress yang harus selalu ada di setiap outletnya
Sambil mendengarkan penjelasan dari Chef Endang, kami menikmati beberapa menu sajian dari PizzaExpress, diantaranya :

Sjora Mango Peach Drink


Minuman segar ini menjadi welcome drink kami di acara PizzaExpress malam itu. Rasanya segar dengan perpaduan antara peach dan mangga yang menyegarkan.

Dough Ball (23K)


Dough ball ini dibuat dari adonan pizza yang berbentuk bola-bola kecil yang diberi dipping berupa garlic butter. Teskturnya empuk dan sedikit chewy, garlic butter yang gurih asin merupakan pasangan yang paling pas untuk dough ball yang memang salah satu starter favorit di PizzaExpress.

Garlic Bread with Mozarella (30K)



Garlic breadnya juga menggunakan homemade dough berbentuk oval yang diberi olesan garlic butter dan lelehan keju mozzarella di atasnya. Enak dan cheesy!

Pembuat pizza atau yang disebut juga pizzaiolo/i biasanya harus mengikuti training dulu selama minimal 12 minggu sebelum akhirnya bisa membuat dough dan menyajikan pizza langsung di setiap open kitchen PizzaExpress. Dough pizza terbuat dari 7 bahan utama yaitu tepung terigu, air, gula, garam, fresh yeast, minyak sayur dan improver.


Adonan ini akan dipisahkan setelah 6 jam (stage 1), 9 jam (stage 2), dan 12 jam (stage 3) pendiaman. Ketika diperlihatkan, terlihat adonan stage 3 yang paling mengembang dibandingkan stage 2 dan 1. Untuk bisa menjadi dough pizza siap pakai, adonan ini harus didiamkan sekurang-kurangnya 12 jam atau yang disebut juga proofing process.

Strecthing the pizza dough

Chef Endang kemudian mempraktekkan pembuatan pizza langsung di open kitchen. Konsep open kitchen dan bar ini dipilih PizzaExpress untuk menunjukkan komitmennya kepada para pengunjung untuk selalu menggunakan bahan-bahan baku segar dalam pembuatan makanan dan minumannya.
Kamipun asik menyimak penjelasan mengenai jenis-jenis pizza yang tersedia di PizzaExpress, mulai dari Classic Pizza, Romana (pizza tipis ala Roma), Calzone, Square Base Pizza dan Leggera Pizza.

Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, baik dari tekstur dan ketebalan. Bahkan loyangnya berbeda-beda antara satu pizza dengan pizza lainnya. Kami pun berkesempatan melihat stretching process yaitu proses bagaimana dough bisa dibentuk menjadi bulat tipis sesuai dengan loyangnya.
 
Setelah itu pizza kemudian dibawa ke topping station untuk diberikan base sauce berupa saus pomodoro dan diberikan topping tambahan sesuai dengan menu yang dipesan. 

Saus Pomodoro ini adalah saus standar yang digunakan oleh PizzaExpress di seluruh dunia
Setelah isian topping diletakkan di atas pizza yang diberi saus, keju mozzarella ditambahkan sebagai sentuhan akhir sebelum pizza dipanggang di dalam oven (baking process). Setelah keluar dari oven, pizza harus dipotong terlebih dahulu dan ditambahkan garnish untuk mempercantik tampilannya. Biasanya tambahan berupa daun-daun watercress segar ataupun taburan keju parmesan yang gurih.

Dough Flaring by Pizzaiolo PizzaExpress

Setelah itu, kami disuguhi Dough Flaring yang dilakukan oleh seluruh pizzaiolo PizzaExpress, termasuk Chef Endang. Di tangan mereka, memutar/stretching pizza bisa menjadi tontonan yang sangat menarik. Setelah itu, kami diberi kesempatan untuk mencoba Dough Flaring yang kemudian dinilai oleh Chef Endang. 

Dalam event kali ini pula, PizzaExpress sekaligus melakukan launching 17 menu terbarunya yang terdiri dari starter, pizza, pasta, dessert hingga minuman. Beberapa di antaranya disajikan disini sehingga kami bisa mencicipinya.

Bruschetta Originale “PizzaExpress” (29K)
Red Onions, Tomatoes, Garlic, Pesto




Bruschetta ini hidangan pembuka yang tepat, Asam tomat berpadu sempurna dengan gurihnya pesto.

Baked Mushroom with Pesto and Mozarella (49K)
Closed cup mushroom, pesto, mozarella
 


Apa yang perlu diragukan lagi dari paduan ketiga bahan ini? tekstur jamur yang lembut berpadu sempurna dengan gurih dan creamynya keju mozarella dan wanginya saus pesto. I'd love to eat the whole portion!
Bruschetta Arrabiata Con Pollo (49K)
Garlic Bread, Chicken, Arrabiata sauce, Mixed Peppers, Watercress, Grana Padano



Bruschetta yang satu ini rasanya agak pedas, potongan ayamnya cukup besar dengan lumuran saus arrabiata. Porsinya cukup mengenyangkan untuk starter.

Giardiniera Classic Pizza (75K)
Artichokes, Mushrooms, Red Peppers, Santos Tomatoes, Courgette, Olives, Garlic Oil, Tomato, Pesto



Classic pizza dibuat dari dough yang tidak diratakan dengan rolling pin sehingga doughnya agak tebal. Varian classic pizza ini cocok sekali untuk para vegetarian karena tidak mengandung daging.

Rustichella Romana Pizza (90K)
Crispy Beef Bacon, Roasted Tomatoes, Watercress, Grana Padano, Caesar Dressing


Pizza tipis ini memiliki diameter yang paling besar diantara pizza lain di PizzaExpress sebesar +/- 35cm. Doughnya tipis sehingga menghasilkan pizza yang renyah di bagian bawahnya. Pizza ini biasanya menonjolkan kelezatan toppingnya. Paling suka dengan beef baconnya yang super crunchy dan gurih.

Calzone Pollo Pesto (99K)
Chicken Ham, Roasted Mushrooms, Roasted Red Onion, Fresh Spinach, Gruyere Cream Sauce, Pesto


Calzone merupakan pizza dough yang dilipat dan dibentuk seperti bulan sabit. Ketika dibelah, lelehan keju gruyere dan pesto keluar dari calzone. Campuran isian toppingnya ini super lezat. Teksturnya creamydengan gurihnya keju gruyere dan aroma pesto yang memikat. Hidangan ini adalah hidangan favorit saya malam itu!

Gamba Piccante– Square Base Pizza (95K)
King Prawns, Arrabiata Sauce, Watercress, Jalapeno Peppers, Mixed Peppers, Chili Oil, Parsley, Wedge of Lemon, Grana Padano



Varian pizza yang dibentuk kotak ini memiliki citarasa pedas karena menggunakan jalapeno, chili oil dan saus arrabiata. Cocok sekali untuk penggemar pedas. Keju Bocconcini (mozzarella segar berbentuk bulat kecil) ditambahkan pada pizza sebelum dipanggang. Sesudahnya diberi tambahan Grana Padano/Parmesan sebagai sentuhan akhir untuk menambah citarasa.

Pomodoro Pesto Leggera – Leggera Pizza(85K)
Light Mozzarella, Marinated Santos Tomatoes, Fresh Basil, Pesto, Garlic Oil



Singkatnya, Leggera Pizza adalah varian pizza rendah kalori. Satu pizza dapat dinikmati dengan kalori dibawah 500cal saja sehingga tetap bersahabat bagi yang sedang berdiet atau bergaya hidup sehat. Uniknya lagi, pizza ini berlubang di bagian tengahnya, di lubang kosong inilah ditambahkan salad dengan balsamic syrup dan parutan besar Grana Padano. 
Kapan lagi bisa dapat pizza dan salad di dalam satu paket? Thanks to Leggera Pizza! Pizzanya renyah dengan topping yang light, saladnya sendiri sangat tasty, love the dressing!


Penne Arrabiata with N’Duja (72K)
Arrabiata Sauce, N’duja Sausage, Beef Sausage, Spring Onion, Mascarpone


Sosis N’duja adalah varian sosis tradisional asal Calibria, Italia yang biasanya terbuat dari daging babi. Tapi di PizzaExpress sosis tersebut dibuat dari sapi. Sosisnya fresh sehingga terlihat seperti campuran daging cincang di dalam saus. Aksen pedas di pastanya diperlembut oleh mascarpone yang lembut dan creamy.

Spaghetti Ala Genovese Con Pollo (70K)
Spicy Chicken, Potato, Green Beans, Creamy Pesto Sauce


Sebagai penggemar pesto, saya tentu saja tidak melewatkan sajian yang satu ini. Unik karena menggunakan buncis sebagai campuran sayurnya. Creamy pestonya lezat, gurih dengan potongan kecil kentang dan ayam. Padahal perut sudah kenyang, tapi begitu mencoba, sepertinya saya bisa menghabiskannya seporsi utuh.:p



Setelah puas mencicipi, acara dilanjutkan dengan games Making The Perfect Pizza yang seru. Kami diberikan satu dough yang kemudian harus ditipiskan, dicetak dan diberi isian topping sesuai selera. Ini pertama kalinya untuk saya, ternyata membuat pizza yang bulat tidak semudah yang kita lihat.

Overall, menu-menu PizzaExpress lezat dan harganya cukup terjangkau. Jenis pizza yang beragam mulai dari tipis, tebal dan rendah kalori menjadi nilai plus lainnya untuk restoran yang terbentuk di tahun 1965 ini. Jangan lupa, PizzaExpress juga menyediakan Pizza Cooking Class untuk anak-anak di bawah 12 tahun yang pastinya cocok sekali untuk mengisi liburan.
Terima kasih atas malam & pengalaman yang menyenangkan dari A Chef’s Table Evening di PizzaExpress & Happy Birthday! 




PizzaExpress
Facebook  | Twitter 
Lippo Mall Kemang 1st Floor Unit 07
Jl. Pangeran Antasari No. 36P Kemang, Jakarta
(021) 2952 8429


Rabu, 03 Juli 2013

Dicky’s Coffee, Cappucino


Nama    : Dicky’s Coffee
Jenis     : Cafe
Menu     : Cappucino
Harga    : Rp 13.000
Buka     : Setiap hari
Pukul    : 11-24
Alamat  : jl Taman Siswa 108A
Telp      : 0274-380472

Bosen dengan warung kopi yang biasa-biasa saja? Coba datang ke Dicky’s Coffe yang berada di jalan Taman Siswa, selain tempatny yang cozy menu coffee disini rasanya mantab. Salah satu yang direkomendasikan adalah menu dengan harga Rp 13.000 yakni Cappucino. Campuran espresso dan latte nya pas, serta manisnya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Bagi pengunjung yang tidak terlalu menyukai pahitnya kopi, mungkin rasa soft dari Cappucino bisa menjadi alternative pilihan. 

Saran & Kritik
tempat ma coffee nya yoi buat lidah org yg gak begitu suka coffee kyk ak. btw ada wifinya gak siy?  [Brian]

Masakan : 4
Pelayanan : 4
Suasana : 3
Harga: 4

Senin, 01 Juli 2013

Plan B Spanish Bistro

Meskipun telah buka dari pertengahan 2012, namun saya belum pernah mendengar Plan B sampai saya membaca blog Diplomatic Wife. Akhirnya saya datang bersama dengan teman-teman kantor untuk mencoba sajian tapas dari Plan B. Setelah melewati satu jam lebih kemacetan Jumat malam di Senayan, akhirnya kami sampai juga di Plan B  yang bertempat di rukan Senayan.




Tempatnya tidak mewah, tidak pula terlalu fancy. Interiornya nyaman dengan jendela-jendela besar sebagai pengganti dinding.Suasananya dibuat santai, sangat cocok untuk tempat ngobrol santai bersama teman.Beberapa meja terdapat di bagian terasnya bagi yang ingin menikmati bersantap sambil merokok.


Bagian dalamnya didominasi oleh warna orange dan merah, salah satu bagian dindingnya ditutupi oleh wallpaper koran yang dihiasi graffiti yang unik. Beberapa sofa terletak di bagian depan, yang lain terdiri dari meja-meja besar dan kursi berderet. Mungkin karena suguhan andalannya tapas, sehingga biasanya pengunjung datang beramai-ramai untuk saling berbagi makanan.

Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari tapas untuk vegetarian, tapas menggunakan telur, tapas menggunakan seafood, aneka salad & sup, hingga paella dan dessert. Plan B juga menyediakan aneka minuman dari mulai soft drink, coffee, smoothies hingga wine yang bisa dicoba.

Lychee Ice Tea (25K)


Menyegarkan dan tidak terlalu manis. Yang menyenangkan dari minuman yang satu ini adalah : Lecinya banyak!


Wild Sunset (28K)


Minuman yang satu ini tampil dengan simpel dan menyegarkan. Rasa jeruknya manis ditambah dengan campuran soda sehingga lebih segar lagi.


Champinones en Salsa Estilo Bilbao (32K)
Mushroom in Bilbao Style Sauce



Tapas ini dibuat dengan bahan utama jamur yang kemudian dipotong dan ditumis dengan olive oil dan bawang putih. Rasanya gurih, jamurnya lembut dan aromanya wangi sekali. Diberikan pula sebuah roti sebagai teman menyantap hidangan yang satu ini.

Albondigas con Salsa de Verduras (36K)
Meatballs in Vegetables Sauce



Empat buah bakso daging sapi ini dimasak dengan saus salsa yang terbuat dari sayur-sayuran seperti tomat sehingga warna sausnya kemerahan. Teksturnya kental, mirip seperti saus pasta namun tidak terlalu lembut. Rasanya juga lezat, tidak terlalu spicy dengan daging yang juga lembut. Sedap!

Black Paella with Ali Oli "Arroz Negro" (145K)
Typical Catalan Style Rice in Squid Ink with Seafood



Porsi paella ini cukup besar, jika sedang lapar mungkin bisa dimakan 2-3 orang.Terdapat beberapa varian Paella untuk dipilih, namun kami memilih untuk mencicipi Black Paella yang terbuat dari campuran tinta cumi yang gurih sekali. Tekstur nasinya basah dan terasa creamy, di sela-sela nasinya terlihat potongan seafood seperti udang, cumi dan ikan yang menyembul. Untuk menikmatinya, kami diberikan mayonais yang bisa dicampurkan sesuai selera. Luar biasa gurih, lezat dan flavourful.

Spanish Nachos (70K)



Hidangan pembuka dari Plan B, porsinya cukup besar sehingga pas jika dimakan bersama sama. Untuk nachos disini, kami tidak mendapat sour cream dan guacamole yang biasanya selalu ada di Mexican nachos. Nachosnya tidak terlalu istimewa, enak tapi biasa saja.


Gambas Al Ajillo (39K)
Garlic, Shrimp, Olive Oil, Chili Peppers


Udang ini dimasak menggunakan olive oil, bawang putih, dan chilli peppers. Sebuah roti diberikan pula sebagai pelengkap bersantap. Rasanya tidak terlalu spicy, namun gurih ringan. Udangnya pun dimasak dengan tepat sehingga masih juicy dan tidak kering. Lezat!


Classic Caesar Salad with Chicken (33K)



Hanya Caesar salad biasa, tidak ada yang spesial di menu ini meskipun tidak ada yang salah dengan rasanya. Jika kesini tapi sedang ingin makan sayuran segar, maka menu yang satu ini bisa jadi pilihan.

Flan Casero de Huevo con Nata (28K) 
Classic Creme Caramel with Burnt Cinnamon Sugar



Flan adalah sebutan crème caramel di Spanyol.Rasanya memang tidak jauh berbeda dengan crème brulee, hanya saja tekstur flan lebih padat, hampir seperti pudding yang lembut. Rasanya juga enak karena manisnya pas dan seimbang dengan saus caramel yang sedikit pahit.

Crema Catalona con Azucar de Canela (28K) 
Spanish Creme Brulee with Burnt Cinnamon Sugar



Ukurannya lumayan besar, di bagian atasnya diberi gula yang kemudian dibakar sampai menjadi lapisan tipis caramel yang renyah. Aroma kayu manisnya sendiri hanya samar-samar tercium. Teksturnya tidak padat, cenderung seperti bubur yang kental saat disendok. Rasanya enak, karena tidak terlalu manis dan lembut.

Tarta de Limon Merengada con Salsa de Toffee (28K)
Lemon Tart with Meringue and Toffee Sauce




Lemon tartnya berpotongan besar, pada bagian atasnya diberikan meringue yang dibakar dan disajikan dengan saus toffee. Lapisan lemonnya sendiri perpaduan antara rasa asam, manis dan segar, hanya saja menurut saya dessert ini masih terlalu manis, meringuenya juga terasa agak amis. Saya tidak tahu apa saya kurang beruntung atau memang rasanya seperti itu.

Mousse de Chocolate con Salsa de Fresas (30K)
Chocolate Mousse with Strawberry Sauce


Mousse coklat ini juga menjadi salah satu favorit malam itu. Teksturnya lembut, ringan dan creamy. Sebagai pendampingnya, mousse ini dihidangkan dengan saus strawberry yang asam dan segar. Berbeda dengan lemon Tartnya, Chocolate Mousse ini jadi rebutan dan habis dalam sekejap.

Saya sangat menikmati bersantap malam di Plan B. Pemiliknya sangat ramah, dia tak segan berkeliling untuk menyapa para pengunjung, dan bahkan membantu untuk mendeskripsikan dan merekomendasikan menu Plan B kepada kami. Sepanjang malam ia terus berkeliling dari meja ke meja untuk memastikan pengunjung mendapatkan pelayanan yang maksimal.
Semakin malam, restoran yang buka hingga tengah malam terlihat semakin ramai. Saat kami selesai bersantap, sudah tidak ada lagi meja kosong yang tersisa. Sepertinya Plan B juga merupakan salah satu tempat pilihan para expat, terbukti dengan terisinya beberapa meja malam itu oleh sekumpulan orang asing yang tengah asik menikmati tapas khas Spanyol.




Facebook  
Komp.Rukan Permata Senayan
Jl.Tentara Pelajar Blok B25-26, Jakarta 12210 
(021) 579 40821 
Jam buka : 11 PM – 12AM
(Tutup di hari Minggu)