Tampilkan postingan dengan label Spanish Tapas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spanish Tapas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2015

Por Que No Jakarta

Meskipun Por Que No Jakarta baru dibuka tanggal 11 April, namun saya dan beberapa teman blogger mendapat kesempatan untuk mencicipi lebih dulu aneka hidangan yang ditawarkan oleh restoran yang berlokasi di pusat Jakarta ini. Letaknya di pinggir jalan besar, namun dari luar memang tidak terlihat karena Por Que No berada di lantai 5, satu gedung dengan toko Batik Keris di deretan seberang Menteng Central.






Keunikan interior Por Que No telah terlihat sejak keluar dari lift, dimana pengunjung disambut dengan colourful artwork bertuliskan Por Que No yang terbuat dari pensil warna. Masuk ke bagian dalamnya saya sangat suka dengan penataan ruangannya. Sebenarnya Por Que No tidak terlalu besar, namun tempatnya ditata apik sehingga memberikan kesan nyaman dan luas.




  
Sebagai ganti dinding, salah satu sisinya dipenuhi oleh kaca besar yang menyuguhkan pemandangan kota Jakarta dari ketinggian. Di sisi lainnya terdapat dapur berkonsep open kitchen yang cukup besar dan terang. Bagian luar juga ditata indah dengan atap dan juga bar di salah satu sudutnya. 







Por Que No menyajikan ragam tapas khas Spanyol yang otentik, tidak ketinggalan pula beberapa makanan Spanyol populer seperti Churros dan Paella tersedia disini.

 

Olive Tree




Bagi penggemar zaitun, maka di Por Que No, buah ini dihidangkan dengan tampilan artistik yang menyerupai pohon. So cute!

 

Foie Cone




Yap, dari namanya saja sudah cukup menjelaskan jika ini merupakan mini cone yang berisi foie gras mousse dengan taburan bacon di atasnya. Tekstur moussenya mirip seperti buttercream dengan rasa foie gras yang lembut.

 

Berenjenas Fritas (Fried eggplant)




Berenjenas Fritas adalah nama lain dari Terong goreng (fried eggplant). Terong dipotong berbentuk stik dan dilumuri oleh honey tuffle sesaat sebelum disajikan. Definitely yummy, one of my favorite on that night.

 

Marinated Manchiego (Cheese)




Keju khas Spanyol ini terbuat dari susu kambing yang kemudian direndam dalam campuran olive oil dan beberapa rempah lain seperti thyme ataupun rosemary untuk menambah citarasa. Saya suka tekstur kejunya yang padat dengan rasa yang agak buttery.

 

Mushroom Salad, Strawberry Salad, Salmon Tartar Salad




Ketiga jenis salad ini merupakan sebagian dari varian salad yang terdapat di Por Que No.Meskipun semuanya lezat, favorit saya adalah Salmon Tartar yang dari penampakan justru terlihat paling biasa. Dressingnya gurih dan creamy tidak berlebihan, ditambah potongan salmon yang generous membuat salad unik ini sulit ditolak.

 

Trilogia de Gazpacho




Ketiga sup dingin ala Spanyol ini disajikan unik dalam tabung reaksi. Seporsinya terdiri dari 3 macam sup yang dihiasi dengan potongan buah di bagian atasnya. Ketiganya sama sama didominasi oleh rasa asam, favorit saya adalah Gazpacho Tomato yang berwarna oranye terang.

 

Hueso de Cana



Their bone marrow was good! Teksturnya yang lembut dan fatty ini tidak membuat saya eneg. Tambahan herbs di bagian atasnya menjadikan aromanya lebih lezat lagi. Hueso de Cana ini disandingkan dengan irisan roti untuk dijadikan olesan di bagian atasnya.


Solomillo



Pada hidangan tapas, daging memang disajikan begitu saja tanpa padanan apapun layaknya seporsi main course. Namun, daging yang digunakan bertekstur empuk dan juicy dengan tingkat kematangan yang pas. Recommended!

 

Gambas Alajilo



Udang yang dimasak dengan olive oil, butter dan juga bawang putih ini memiliki rasa yang sangat gurih! Udangnya juicy dengan aroma garlic butter yang harum. 

 

Tortilla Espanola



Tortilla Espanola terbuat dari kentang yang diiris tipis dan disusun bertumpuk-tumpuk, campur dengan telur dan kemudian di pan fried. Tidak beda jauh dengan omelet kentang, hanya saja Por Que No membumbuinya dengan tepat sehingga rasanya enak dengan tekstur yang agak crispy di bagian luarnya.
Croquettas (Blue Cheese and Beef)


Croquettas atau yang lebih kita kenal sebagai kroket juga merupakan salah satu menu tapas Por Que No. Kroket berukuran mini ini disajikan dalam gelas vintage. Por Que No memiliki beberapa macam varian rasa seperti kroket sapi dan keju yang saya coba.



Esparragos



Tidak jauh berbeda dengan Berenjenas Fritas, Asparagus ini digoreng kering dan dibaluri dengan truffle oil yang aromanya kuat. Hanya saja rasanya tidak manis karena tidak dicampur dengan madu.



Arroz Negro Paella


Don't judge by the first look!
Paella ini berwarna hitam karena lumuran tinta cumi yang digunakan untuk membumbui nasi agar terasa semakin lezat. Nasi paella memang sedikit lembek karena sausnya membuat tekstur hidangan ini creamy. Porsinya sangat besar, dapat disharing untuk 5 orang atau lebih. Setiap porsinya, paella dihidangkan bersama lemon juice dalam bentuk spray yang disemprotkan ke paella sesaat sebelum disantap.



 

 
DESSERTS

Chocolate Con Chile

 



Cake coklat yang unik karena memiliki campuran cabai di dalamnya. Saat disajikan, sang waitress akan membantu untuk menuangkan saus coklat pekat yang akan membuat bagian tengah cake menjadi berlubang. Teksturnya padat dan moist, rasa coklat awalnya mendominasi indera pengecap sebelum ditutup dengan hint pedas dari campuran cabainya. Must try!


Torrijas


 
My favorite! Basically ini adalah semacam roti yang direndam dalam susu dan sedikit rempah sebelum di panfried dan dihidangkan bersama vanilla ice cream dan juga madu. Rasa manis dan creamynya pas!


Natillas



Natillas merupakan semacam custard yang terbuat dari susu dan telur. Rasanya menyerupai creme brulee atau flan namun teksturnya lebih encer dan lembut. Disajikan bersama dengan saus karamel dan biscuit crumbs.

Overall, Por Que No menyuguhkan pengalaman menyantap Spanish Tapas yang cukup lengkap dengan harga yang terjangkau. Varian tapasnya cukup beragam dengan tempat yang cozy pula. Sangat cocok untuk berkumpul bersama teman-teman.

Thank you & good luck Por Que No!






Por Que No
5th floor De Ritz Building 
Jl. HOS Cokroaminoto No.91, Menteng
Jakarta Pusat 10350
(021) 3901 950

Opening hours : 5PM - 2AM
Wifi : Yes

Jumat, 30 Agustus 2013

Cuca

Beberapa waktu yang lalu ketika saya mampir ke Bali saya mengunjungi Cuca, restoran yang terbilang baru di kawasan Jimbaran. Konsepnya menhadirkan aneka hidangan tapas dan cocktail. Sepintas, menu yang diusung memang sudah tidak asing lagi, namun di bawah sentuhan tangan dingin Kevin Cherkas selaku pemimpin dapur Cuca serta istrinya Virginia, menu tapas dan cocktail Cuca menjadi berbeda dan unik.
Sebelum membuka Cuca, Kevin bekerja sebagai chef dari BLU di Shangri-La Singapore dan memiliki pengalaman bekerja di restoran milik well known world chef, Daniel Bouloud, three-star Michelin Arzak Restaurant, the three-star Michelin El Bulli dan the two-star Michelin La Broche.


 
Lokasinya tidak sulit dicari, berbekal dengan google maps plus papan penunjuk yang besar dari Cuca, saya tiba tepat pada waktu yang saya janjikan dengan Virginia. Saat itu Cuca masih dalam tahap soft opening, sehingga hanya dibuka mulai dari sore hingga malam hari untuk layanan dinner. Namun, sejak grand opening pada 10 Agustus yang lalu, Cuca memperpanjang jam operasionalnya mulai dari siang hari.


Terletak di samping Kayu Manis Resort, Cuca tidak kalah mempesona. Bagian depannya dihiasi oleh kolam, halamannya begitu luas dengan pepohonan yang teduh dan garden lounge yang ditata apik. Cocok sekali untuk tempat bersantap di siang hingga menjelang malam. Area outdoor Cuca lainnya terletak di sebelah kiri restoran yaitu bar lounge yang didesain untuk tamu yang hanya ingin menikmati minuman sambil berbincang-bincang. 


Sedangkan area indoor Cuca terbagi menjadi beberapa bagian juga yaitu dining area, Chef’s Table, dan Food Bar yang merupakan tempat yang paling diminati pengunjung. Dining Area ditata dengan jarak yang cukup renggang sehingga menciptakan kesan ruangan yang spacey. Di setiap meja dipasang tirai sebagai sekat non permanen yang bisa dipergunakan jika pengunjung menginginkan suasana yang lebih privat. Chef’s Table cocok digunakan jika anda senang menjadi pusat perhatian. Letaknya berada di deretan paling depan dengan pemandangan dapur Cuca yang dapat dilihat dari kaca. Cocok menjadi tempat jika merayakan ulang tahun dan acara spesial lainnya. 

Food Bar adalah spot favorit saya di Cuca. Lokasinya terletak di bagian samping dapur dan dapat dijangkau dari pintu masuk yang terletak di sebelah kanan Cuca. Dari meja food bar inilah pengunjung bisa melihat langsung seluruh aktifitas yang terjadi di dalam dapur. Food bar berkapasitas  10 orang ini terasa lebih istimewa dengan meja yang terbuat gelondongan kayu besar utuh sepanjang 8 meter.
 
Betutu Cotton Candy

Unusual & unique complimentary snack from Cuca. Betutu yang merupakan bumbu khas Bali dan biasanya digunakan untuk memasak ayam ataupun bebek digunakan untuk memberikan rasa baru pada permen kapas. Rasa bumbunya sangat terasa, gurih dan sedikit pedas, aromanya menyerupai ayam betutu namun dengan tektur yang super lembut serta sensasi melt-in-your-mouth seperti permen kapas pada umumnya. Sebelumnya, saya pernah mencoba kreasi lain Kevin yaitu Pop Corn Betutu yang rasanya sungguh lezat.
 
Tokyo Mojito Mocktail (50K)
Calamansi, Shiso Leaf, Soda
Lagi-lagi,dalam hal presentasi, Cuca memang tidak tanggung-tanggung. Detail kecil tidak luput dari perhatiannya. Mereka mendesain label di setiap botol, menciptakan bentuk es batu yang berbeda untuk setiap minuman, sampai kepada bentuk gelas yang juga tidak biasa. Seperti minuman yang saya pesan ini, penyajiannya menggunakan selembar daun shiso serta es batu berbentuk bulat dengan potongan jeruk kalamansi yang menempel.
Rasa minumannya sangat enak! Jeruk kalamansi ini memang tidak terlalu manis, sebaliknya, justru rasa asam yang terasa dominan dengan aroma yang sedikit menyengat khas jeruk yang berasal dari Amerika Latin ini. Tambahan soda membuat mocktail ini terasa lebih menyegarkan.
 
Moo Mocktail (50K)
Low Fat Milk, Dark Chocolate

Minuman yang cocok bagi penggemar minuman manis karena terbuat dari campuran susu dan dark chocolate. Jika memesan versi cocktail, campuran ini masih ditambah dengan hazelnut liquor dan vanilla brandy untuk menambah citarasa. Perpaduan dark chocolate dan susunya cukup seimbang, tidak terlalu creamy dan tidak terlalu manis. Rasa pekat dari dark chocolatenya terjejak jelas di setiap sisipan.
 
Glazed Young Carrot Salad (55K)
Whipped Avocado, Bedugul Strawberry, Cashew Nut, Basil


Salad ini tampil cantik dengan strawberry segar berukuran besar yang diambil dari daerah Bedugul. Di Bali, daerah Bedugul memang terkenal dengan perkebunan strawberrynya yang luas. Sementara wortel panggangnya terasa manis karena olesan madu, tekturnya juga empuk tapi tidak overcooked
Untuk memperkaya rasa, tambahan krim alpukat diberikan sebagai pelengkap salad bersama dengan cacahan kacang mede dan daun basil. Perpaduan apik antara asamnya strawberry yang segar dengan manisnya wortel panggang serta krim alpukat yang rich dan kacang yang crunchy. Definitely, one of my favorite menu here.
 
Jimbaran Bay Squid (60K)
Balinese Black Rice, Ink, Roasted Garlic, Spring Onion


Jimbaran Bay Squid ini merupakan salah satu varian Puddles (sejenis hidangan berkuah) dari Cuca. Seporsi hidangan ini dapat dimakan sampai 2-3 orang. Tampilannya menarik. Sebuah mangkok yang cukup besar dihidangkan di depan saya berisi saus tinta cumi yang berwarna hitam pekat. Kelopak bunga dan bawang goreng menjadi pemanis diatasnya. 
Tekstur beras hitamnya mirip dengan ketan hitam yang lengket. Konsistensi sausnya cukup kental dengan rasa cumi yang pekat. Irisan tipis cumi yang chewy di sela-sela saus juga melengkapi hidangan yang satu ini. Aroma bawang putihnya cukup dominan berpadu dengan gurihnya tinta cumi.
 
Country Pumpkin Chicha (55K)
Sundried Tomato, Spring Onion, Pink Radish, Watercress


Chicha merupakan hidangan yang terinspirasi dari Chorizo, sosis tradisional khas Spanyol yang biasanya terbuat dari daging yang dicincang kasar, dibumbui, dibentuk sedemikian rupa dan kemudian dipanggang hingga matang. Cuca memiliki beberapa varian Chicha, mulai dari wagyu chicha, pork, seafood, ayam hingga pumpkin chicha. Country Pumpkin ini merupakan menu yang direkomendasikan oleh Virginia.
Porsinya tidak terlalu besar, tampak chicha berbahan dasar labu ini dibentuk menyerupai sosis dan diberi berbagai elemen di atasnya untuk memperkaya citarasa. Teksturnya sangat lembut, rasa labu yang manis cukup dominan pada hidangan yang satu ini.  Berbagai macam tambahan bahan di atasnya memberikan tambahan tekstur yang berbeda-beda. Unik! Sekilas, rasa Pumpkin Chicha ini mengingatkan saya akan masakan tradisional Jawa yang bernama Timus.
 
Cocoa 8 (80K)
Warm Dark Chocolate Mousse, Mint Ice Cream, Cocoa Croutons

Pecinta coklat harus mencoba dessert ini. Memang harganya dibanderol cukup mahal, hanya saja sebanding dengan porsinya yang cukup besar. Moussenya terasa sangat lembut dengan rasa bitter khas dark chocolate yang pekat dan creamy. Rasanya yang tidak terlalu manis ini merupakan paduan yang tepat bagi es krim mint homemade buatan Cuca. Perlu digarisbawahi bahwa tidak hanya es krim mint, tapi Cuca membuat sendiri seluruh es krim yang digunakan dalam varian dessertnya, fresh from the scratch.
 
Bali Breakfast (65K)
Sweet Runny Mango, Frozen Passion Fruit, Whipped Coconut



I’m crazy about this dessert. I really do.
Bali Breakfast ini merupakan salah satu dessert terlezat yang pernah saya coba. Presentasi yang datang akan sangat mengejutkan karena dessert ini sekilas tampak seperti telur mata sapi dengan permukaan whipped coconut dan bulatan kuning di tengah yang merupakan saus mangga. Dessert ini mirip dengan kreasi Kevin saat masih bekerja di Shangri-La Singapore sebelumnya. Di bawah lapisan lembut coconut mousse ini terdapat markisa beku yang segar. Paduan rasa manis dan asamnya sungguh tepat, coconut moussenya creamy sekaligus ringan, saus mangga yang rasanya sangat intens ini melengkapi perpaduan sempurna dari semangkok dessert andalan Cuca ini. Another ‘die die must try’ from Kevin!
 
Selesai bersantap, acara kami dilanjutkan dengan tur restoran. Kevin & Virginia memperlihatkan dapur dan preparation room Cuca. Di preparation room Cuca inilah mereka memperlihatkan komitmen Cuca untuk menghadirkan rasa terbaik dari bahan alami lokal, semua es krim, bumbu dapur seperti kunyit bubuk, tepung maizena, pandan bubuk, mustard bubuk, rosemary bubuk, dll diolah khusus untuk menjaga rasa dan aroma asli dari rempah-rempah tersebut.





Jangan lupa untuk mengunjungi pojok Cuca Salt. Garam khusus buatan Cuca ini dijual dalam dua ukuran dan 5 macam jenis yaitu garam untuk sayuran, sapi, ayam, seafood dan pork. Masing-masing garam telah diberi campuran rempah yang berbeda sesuai dengan bahan utamanya masing-masing. Dan yang terpenting adalah, garam ini tidak mengandung MSG meskipun rasanya sangat gurih.
 
Pengalaman makan di Cuca sangat mengesankan bagi saya. Mulai dari menu tapas yang unik, presentasinya yang cantik dan tidak terduga, rasa makanan & minuman yang lezat serta sambutan Kevin & Virginia yang ramah & hangat menjadi pengalaman yang sulit dilupakan begitu saja. Pastinya, jika saya ke Bali lagi, saya akan kembali ke Cuca untuk mencoba menu lainnya (dan juga Bali Breakfast!)
Thank you Cuca, Kevin & Virginia! 



CUCA
www.cucaflavor.com/  
http://cucaflavor.blogspot.com/
Facebook  | Twitter  
Jl. Yoga Perkanthi
Jimbaran Denpasar, Bali 80364
Tel: +62 821 8999 1977