Selasa, 09 Desember 2014

[Launching]: WakuWaku Japan Cafe

Melanjutkan post sebelumnya mengenai WakuWaku Café Japan Tasting Panel, selang seminggu kemudian saya kembali mendapat undangan untuk datang ke launching WakuWaku Café yang bertempat di Kaffein, Gandaria City.




Jadi selama dua bulan ke depan, Kaffein akan berkolaborasi dengan WakuWaku Japan untuk menghadirkan WakuWaku Japan Café. Jadi, selain menu dari Kaffein, kita juga bisa menikmati menu-menu otentik khas Jepang yang unik!






WakuWaku Japan  secara khusus mengubah interior cafenya menjadi dominan Jepang dengan tatami, lampion kertas bahkan bunga sakura yang memenuhi langit-langitnya. Benar-benar serasa bersantap di bawah pohon Sakura. Pop Up Café ini memang ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk menikmati sajian khas Jepang yang biasa dimakan saat mekarnya sakura.
 
 
Sake Chazuke (120K)


Masing-masing chazuke dihadirkan dengan porsi yang cukup besar. Pada bagian atas nasi terlihat potongan-potongan salmon yang telah di grilled sebelumnya. Kuah yang gurih ringan membuat hidangan ini semakin terasa lezat!
 
 
Tai Chazuke (120K)



Menggunakan irisan kakap yang telah dibumbui sebelumnya menjadikan menu ini wajib coba karena tekstur ikannya yang sangat lembut dan rasanya yang gurih. Kuah chazuke yang panas mengepul membuat irisan ikan matang dengan perlahan-lahan.Sedikit tambahan wasabi akan membuat aroma dan rasanya menjadi lebih sedap.  
My favorite!


Tempura Chazuke (120K)


Menarik bagaimana WakuWaku Japan Café bisa menghadirkan tempura yang renyah tapi tidak berminyak. Udang yang digunakan juga cukup besar. Menu yang satu ini banyak jadi favorit karena tekstur tempuranya yang crunchy.
 
Chirashi Sushi (150K)


Beautiful colour from the fresh-est ingredients!
Chirashi sushi ini juga salah satu favorit saya karena toppingnya yang beragam dengan rasa yang segar. Dari sekian banyak topping yang digunakan, yang menjadi highlight adalah Shitake yang citarasa manis berpadu dengan potongan ebi yang juicy dan lotus root & endomame (sejenis kacang jepang) yang renyah.  
 
 
WakuWaku Japan café juga menyediakan aneka dessert lezat seperti imagawayaki, matcha shiratama anmitsu, dan hiyashi zenzai (you should try this btw, it’s unique!) dan beberapa refillable Japanese traditional tea yang hadir dalam 3 varian rasa, houjicha, matcha dan sencha.
 

 
Setelah puas menyantap aneka menu lezat dari WakuWaku Japan Café, saya diajak untuk berkeliling mengunjungi WakuWaku event yang berada satu lantai di bawahnya. Ternyata eventnya cukup seru! Aneka games tradisional Jepang tersedia untuk dicoba, mulai dari melempar ring sampai kendama, salah satu permainan tradisional Jepang yang menggunakan balok kayu dan sebuah bola yang diikat menggunakan tali.



Selain itu terdapat panggung besar yang menyuguhkan aneka hiburan. Sebelum saya  tiba, rupanya JKT48 telah lebih dulu mengisi panggung. Saya beruntung karena tidak lama setelah sampai di WakuWaku event, Ultraman Mebius tiba-tiba muncul dari atas panggung. Yap, Ultraman Mebius ini didatangkan langsung dari Jepang!

 

Kalau belum kenyang, di salah satu sisi panggung juga terdapat dua stand makanan khas jepang dari Robata Jinya dan Kiwami yang siap mengisi perut. Oh ya, satu lagi yang menarik! Sambil menikmati event ini, kita bisa berputar-putar menggunakan Yukata yang super cute. And it’s free chargeee!
 
Jadi, jangan lewatkan untuk mencoba chazuke yang hangat dan segar. Terlebih lagi di saat musim hujan seperti ini, a perfect chazuke will warm you up on this rainy day! 
Jika ingin mengunjungi WakuWaku Japan Café dan menikmati sajian otentik khas Jepang lengkap dengan bunga sakura dimana mana (bunga sakura ya, bukan Ultraman.. :p),  Café ini dibuka hingga 28 Januari 2015.




 
WakuWaku Cafe Japan
WAKUWAKU CAFE
Mainstreet Dining UG Unit #MUC33
Gandaria City
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8
Jakarta Selatan 12240

Jumat, 05 Desember 2014

Tasting Panel WakuWaku Cafe Japan

Beberapa waktu yang lalu saya diundang Bblog ke sebuah event food tasting di kawasan Tebet Raya. Ternyata ini merupakan acara food tasting untuk menu makanan dari WakuWaku Pop Up Café  yang akan dibuka di Kaffein, Gandaria City.
 
Karena WakuWaku yang menjadi sponsor dari Pop Up Café tersebut, maka menunya pun terdiri dari aneka masakan khas Jepang. Namun, tidak seperti restoran-restoran Jepang lainnya di Jakarta, kali ini tim dari WakuWaku Japan café ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda agar masyarakat Indonesia dapat mengenal lebih dari Sushi, Sashimi dan ramen yang memang banyak bermunculan di Jakarta.
 
Yang menjadi menu utama mereka adalah Chazuke. Chazuke merupakan masakan tradisional masyarakat jepang sejak dahulu. Yang membuatnya unik, hidangan ini terdiri dari nasi dengan topping pilihan. Sebelum dimakan, nasi disiramkan kuah bening panas yang terbuat dari ocha (teh) yang dicampur sedikit dashi (kaldu ikan).
 
Tai Chazuke
 


Chazuke ini menggunakan lembaran ikan kakap segar (pada malam itu, mereka menyediakan kakap lokal dan kakap impor sebagai perbandingan rasa) yang direndam dalam goma shoyu sebagai toppingnya. Saat ocha dashi dituang ke dalam mangkok, maka ikan kakap akan matang secara perlahan-lahan. 
Rasanya enak sekali, terlebih kakap impor yang teksturnya sangat lembut. Seporsi menu ini dilengkapi dengan wasabi, irisan daun mitsuba dan nori yang menambah citarasa. My favorite!
 
Sake Chazuke



Untuk Sake Chazuke, toppingnya menggunakan cacahan daging salmon yang telah dipanggang sebelumnya. Toppingnya cukup generous. Rasa gurih salmon terasa sesaat setelah menghirup kuah chazuke yang gurih.
 
 
Tempura Chazuke


Pada malam itu, tempura Chazuke juga banyak menjadi hidangan favorit dari peserta food tasting karena tempuranya memiliki tekstur bagus, renyah, juicy dan tidak berminyak. Seporsi tempura chazuke berisi tempura ebi, oba leaf, shitake dan toika (cumi).
 
Chirashi Sushi


Another winner at that night!
Chirashi sushi berisi nasi dengan berbagai topping diantaranya maguro, nori, tobiko, unagi, ebi, endomame, kinshi (telur dadar yang diiris tipis), dan lotus root. Beberapa bahan di antaranya dibumbui dengan cara yang berbeda-beda sehingga menghasilkan perpaduan rasa dan tekstur yang unik.
 
 
Matcha Siratama Anmitsu


Resfreshing desert with assorted fruit, mochi and matcha ice cream!
 
Imagawayaki

berisi kacang merah (azuki) yang manis. Sebenarnya Imagawayaki sedikit mirip dorayaki hanya saja dorayaki merupakan dua buah adonan yang ditumpuk dengan lapisan filling di tengahnya, mirip seperti sandwich dan biasa dimakan dalam keadaan dingin.
 
Matcha float
 

matcha latte with one scoop of matcha ice cream on top.


Zenzai


Zenzai adalah sup kacang merah khas Jepang dengan tambahan sticky mochi yang telah dibakar sebelumnya. Teksturnya menjadi unik. Aroma smoky pada mochinya menambah kelezatan dessert yang satu ini.

Yang unik adalah, selain mereka sangat concern terhadap rasa dan preference masyarakat Indonesia tentang masakan Jepang yang mereka coba hidangkan, penyajian serta penggunaan utensils juga sangat diperhatikan. Semua bahan dan perlengkapan dibawa langsung dari Jepang demi menjaga otentisitas. 

Bahkan japanese crystal glass edo kiriko yang satu setnya berharga jutaan rupiah juga dipertimbangkan untuk ikut digunakan (dimana saya dan beberapa orang lainnya menyarankan untuk menjadikannya sebagai bagian dari dekorasi karena harganya yang cukup mahal).
Beberapa minggu kemudian, saya kembali mendapat undangan untuk hadir pada launching WakuWaku Cafe Japan di Kaffein yang cukup seru.
Tell you later on the next post!



WAKUWAKU CAFE

Rabu, 03 Desember 2014

Cake A Boo

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, tampilan cake dan juga interior tempat menjadi pertimbangan konsumen cake shop dalam memilih cake selain dari rasanya. Semakin lucu dan unik tampilan cakenya, maka akan semakin banyak orang yang tertarik mencobanya. Cake-A-Boo adalah salah satu cake shop yang memiliki 3 hal tersebut.








Terletak di Pantai Indah Kapuk, sebagai sebuah cake shop, Cake-A-Boo menawarkan aneka macam cake sebagai menunya plus beberapa parfait dan juga aneka minuman dari mulai mocktail hingga kopi. 
Varian cake di Cake-A-Boo tampil menarik dengan bentuk yang unik-unik, membuat saya ingin mencoba semuanya. Terlebih bila kita duduk di depan dessert train ala restoran sushinya.
 
 
Miko’s Cake (35K)
Caramel mousse, crunchy caramel, melted salted caramel


Tidak ada yang pernah salah dalam memasangkan coklat dan caramel, apalagi salted caramel. Sentuhan rasa asinnya akan menonjolkan rasa coklat yang pekat. Miko’s cake adalah cake dengan citarasa coklat karamel yang menggoda. I don’t know why, I’m not a chocolate or caramel lover, but I keep digging it up until the last bite.
 
Raspunzel (35K)
Raspberry mousse infused with pistachio brulee



Cake yang berwarna pink ini ternyata rasanya lebih enak dari yang saya bayangkan!
Hint rasa asam yang samar-samar dari strawberry mousse dan cream pistachio di dalamnya membuat rasa manis cake ini cukup seimbang.
 
 
Nutella Burger (35K)


Hello Nutella lovers!
Burger ini mungkin adalah dessert dengan presentasi paling menarik dari Cake-A-Boo. Cake-A-Boo memadukan red velvet dalam bentuk bun dengan ‘patty’ berupa campuran Nutella dan rice crispy, ditambah dengan irisan buah untuk mengimbangi manisnya Nutella. 
Saya tidak terlalu terkesan dengan bunnya yang agak kering dan hambar, patty Nutella adalah highlight dari dessert ini.


Cappucino Brulee (29K)


Cappuccino ini tampil beda karena lapisan atas foamnya ditambahkan gula yang di-torch. Mirip seperti lapisan karamel crème brulee. The coffee was nice, but the 'brulee' a bit too sweet for my liking. Not a fan of this drink.
 

 
Pelayanan yang diberikan cukup sigap, sang waitress pun tanggap dan informatif dalam menjelaskan menu-menu andalan Cake-A-Boo. Tips dari saya hanya bersiaplah mengantri dengan para sweet tooth lainnya jika datang pada peak hour ataupun pada saat weekend, karena Cake-A-Boo masih tergolong tempat baru.
 
 
 
 
 
CAKE-A-BOO
Rukan Garden House Blok B22
Pantai Indah Kapuk, North Jakarta
 
Open : 11 AM – 22 PM
Smoking area : No
Wifi : yes

Podium Resto & Bar

Menyebut Sentul pasti langsung mengingatkan kita akan beberapa hal yaitu sirkuit, concert hall dan Jungleland Theme Park. Sirkuit Sentul memang merupakan salah satu sirkuit andalan Indonesia, namun karena lokasinya cukup jauh dari perkotaan (Bogor maupun Jakarta) maka dibangunlah Lorin Hotel untuk mempermudah akses para pembalap yang sedang mengikuti event di sirkuit ini.  Tidak heran jika lokasi Lorin Hotel ini dekat sekali dengan Sirkuit Sentul, bahkan, Lorin memiliki area taman dan teras yang menghadap langsung ke Sirkuit.


 

Sebagai Hotel bintang tiga, Lorin Hotel memiliki fasilitas yang cukup lengkap, selain lebih dari 150 kamar, di hotel juga tersedia restoran, kolam renang, fitness centre bahkan spa yang dapat digunakan oleh para tamu selama menginap di Lorin Hotel.
Namun meskipun tujuan awalnya dibuat untuk kenyamanan akses para pembalap, Lorin Hotel juga sering digunakan untuk corporate meeting & gathering ataupun pengunjung yang ingin menikmati weekend escape bersama keluarga.





Lorin Hotel memiliki Podium Resto yang menghadirkan aneka santapan buffet dan ala carte setiap harinya. Beberapa waktu yang lalu saya mendapat kesempatan untuk mencicipi menu buffet beserta beberapa menu terbaru dari Podium Resto.
 
White Line (25K) & Green Podium (25K)


Kedua minuman ini merupakan mocktail andalan dari Podium Resto. White Line terbuat dari nanas, susu dan sedikit santan. Menyegarkan, creamy sekaligus gurih, mirip seperti Pinacolada. Sedangkan Green Podium dapat menjadi pilihan yang lebih menyehatkan karena terbuat dari campuran sawi, jeruk nipis dan nanas.
 
 
Sup Iga Circuit Lorin Special  (69K)


Sup Iga Circuit ini  dagingnya sangat tebal, namun cukup empuk dengan bumbu yang meresap. Rasa gurih dari penggunaan kaldu sapi untuk kuahnya juga cukup terasa. Sup Iga Circuit ini dilengkapi dengan potongan kentang dan tomat sebagai isian sup.
 
 
Iga Bakar Balado (69K)


Iga bakar Balado milik Podium Resto tidak kalah tebal. Kali ini olahan daging sapi dijodohkan dengan sambal merah balado yang pedas. Sambal baladonya lumayan  enak, pedasnya masih tergolong ‘sopan’ dan ada sedikit rasa manis gurih yang terjejak saat dikunyah. Iganya cukup empuk, hanya saja bagian luarnya agak overcooked.
 
Iga Bakar Sambal Kecap (69K)



Varian Iga Bakar lain dari Podium resto ini masih bercitarasa pedas, yang menjadi favorit sebagian besar orang Indonesia. Sambal kecapnya agak kurang pedas menurut saya. Saya membayangkan penyajian Iga Bakar Sambal Kecap ini pasti akan lebih mantap bila disertai dengan kuah bening yang gurih.
 
Sup Iga Garang Asem (69K)


Favorit saya selain Sup Iga Circuit. Saya suka citarasa kuah Garang Asem yang terasa gurih dan asam yang menyegarkan. Bumbu garang asemnya juga lebih meresap ke dalam daging. Recommended.
 
Iga Bakar Blackpepper (69K)


Iga bakar dengan lumuran saus blackpepper yang pekat ini juga cukup lezat. Aroma dan rasa blackpepper mendominasi rasa saus yang pedas manis. Jika untuk hidangan iga lainnya diberi side dish berupa nasi, maka untuk Iga Bakar Blackpepper, mashed potatolah yang menjadi pendamping iga bakar nan empuk ini.
 
 
 
 
 
 
 
PODIUM RESTO ‘N BAR
Lorin Sentul Hotel
Sentul Circuit (Exit Toll KM. 32) Sentul, Bogor
(021) 8795 4000