Senin, 18 Januari 2016

ES TEH TARIK

Anda pasti sering menikmati segarnya es reh tarik ala cafe bukan? Tentu segar di nikmati di siang hari saat dahaga. Anda penasaran dengan resepnya? Berikut resepnya yang bisa Anda coba di rumah. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo. 


Es Teh Tarik

Bahan:
50 g bubuk black tea
600 ml air
150 ml susu kental manis
Es batu secukupnya
Cara Membuat:
1. Didihkan air dan gula pasir. Masak  hingga mendidih.  Masukkan bubuk black tea. Masak sebentar. Angkat. Saring. Dinginkan.
2. Siapkan gelas saji. Masukkan susu kental manis dan air rebusan  teh. Tuang teh secara bolak-balik menggunakan dua buah gelas secara bolak-balik hingga teh berbuih.
3. Tuang teh ke dalam gelas saji. Tambahkan es batu. Sajikan segera.
Untuk 4 Porsi


Tip:  Black tea bisa diganti dengan teh celup.

Sabtu, 16 Januari 2016

COFFEE CUPPING: CARA MENGUJI KOPI DI THE CAFFEINE DISPENSARY

Hallo Coffee Lover! Kali ini Jajanbeken mau sharing pengalaman mengikuti sesi coffee cupping di The Caffeine Dispensary. Adalah sebuah pengalaman seru bisa menguji kualitas kopi sekaligus menambah pengetahuan tentang kopi itu sendiri. Mau tahu seperti apa coffee cupping-nya? Yuk simak cerita lengkapnya berikut...




Sebelum masuk ke coffee cupping yuk kita kenalan dulu dengan kopi sambil mengintip sejarah kopi di dunia.

SEJARAH KOPI

Perjalanan sejarah kopi itu panjang banget kalo dijabarkan tapi Jajanbeken akan ceritain sedikit sejarah kopi dari waktu ke waktu terutama yang berkaitan dengan Indonesia.


Berawal dari 1000 SM kopi sudah dikenal oleh Suku Galla di Afrika Timur.
700-1000 M Bangsa Arab mengkonsumsi kopi untuk membantu mereka terjaga saat beribadah.
1616 M Kopi dibawa dari Yaman ke Belanda.
1645 M Kedai kopi pertama dibuka di Veniice, Italia.
1696 M Warga negara Belanda membawa benih kopi dari Mekkah ke Bogor, Indonesia.
1820 M Caffeine dalam kopi ditemukan secara bersamaan oleh tiga orang peneliti yang berbeda.
1920 Kedai kopi baru mewabah di Amerika.
2015 International Coffee Day dicanangkan pada tanggal 1 Oktober 2015.
2015 The Caffeine Dispensary berdiri di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia.

Saat ini kopi adalah komoditi terbesar kedua di dunia setelah Crude Oil dan Brazil masih memimpin sebagai negara terbesar penghasil kopi di dunia.




SPESIES KOPI

Ada dua spesies kopi yang sering kita jumpai yaitu Kopi Arabica dan Kopi Robusta. Untuk kopi arabica dapat tumbuh di ketinggian 750-1250 MDPL dengan karakter low acidity dan lighter body jenis kopi ini merupakan yang terbaik namun kurang tahan terhadap penyakit. 

Sedangkan kopi robusta di ketinggian sea level-500 MDPL dengan karakter kopi yang woody dan earthy lebih tahan terhadap serangan penyakit, dan jenis kopi ini lebih merakyat dibandingkan arabica.


TENTANG THE CAFFEINE DISPENSARY

The Caffeine Dispensary adalah share company dari Kujer Coffee Roaster di Jakarta dan Revolution Coffee di Singapura. Kafe ini juga memberikan sharing knowledge tentang kopi melalui sebuah kelas edukasi yang rutin diadakan tiap bulan seperti yang Jajanbeken ikuti pada sesi  Coffee Cupping yang akan dijelaskan di bawah.

Ajie salah satu owner di sini mengatakan "Kita terbuka untuk sharing pengetahuan mengenai kopi kepada siapapun, baik itu kepada para pelanggan maupun dengan sesama pebisnis kopi dan kafe untuk menjalin kerjasama dan keakraban."


Mesin kopi Strada.


 Salah satu yang menarik dari misi kafe ini adalah merubah kebiasaan minum kopi di Indonesia, biasanya orang Indonesia mengkonsumsi kopi untuk melawan rasa ngantuk saja tapi lebih dari itu kopi bisa dinikmati dengan sebuah apresiasi dan penghargaan akan rasa kopi itu sendiri.


FILOSOFI NAMA "THE CAFFEINE DISPENSARY"

Mungkin sobat jajan bertanya-tanya kenapa sih nama kafe ini The Caffeine Dispensary? 
Berikut penjelasan Ajie, "Dispensary di luar negeri itu adalah sebutan untuk Apotik tempat orang mengambil obat, nah obat yang diimaksud oleh kita adalah Caffeine itu sendiri, jadi maksudnya orang datang ke kafe kita layaknya pasien yang sedang mengambil obat (baca: Caffeine) di apotik, sambil menunggu obat mereka jadi biasanya pasien akan saling bertukar keluh kesah dengan pasien lainnya tentang masalah mmereka".

The Caffeine Dispensary itu nggak hanya sebuah kafe yang menyediakan sajian kopi berkualitas tapi juga menjadi supplier untuk customize roasting service, dan saat ini kapasitas mesin roasting mereka tersedia untuk kapasitas 1 kg. 

Rio yang juga salah satu owner kafe merupakan key person untuk proses roasting kopi di sini. Ada tiga perubahan yang terjadi saat coffee bean melewati proses roasting yaitu perubahan warna, peningkatan volume karena adanya gas Karbon Dioksida yang terperangkap sebagai flavor carrier dan yang terakhir adalah penyusutan berat karena kadar air yang menguap.


Roasting machine kapasitas 1 kg.


Dalam kesempatan kali ini Jajanbeken akan diajak umtuk mengikuti proses coffee cupping di sini yang dimentoring langsung oleh Ajie dan Rio.  

TENTANG COFFEE CUPPING

Sebelumnya Jajanbeken akan menjelaskan sedikit mengenai coffee cupping itu sendiri. Coffee cupping adalah kegiatan yang dilakukan untuk menguji kualitas kopi terutama setelah melewati proses roasting.

Cara menguji kopi ini terdiri dari tiga tahap mulai dari mengendus bubuk kopi sebelum dan setelah diseduh, menyeruput seduhan kopi secara kuat lalu meneguknya.


TAHAP-TAHAP COFFEE CUPPING

Sebelumnya siapkan kopi yang ingin diuji, kopi harus di-crushing hingga menjadi serbuk coarse ground. Siapkan dua cangkir untuk masing-masing jenis kopi hal ini dimaksudkan untuk mengetahui keseragaman rasa. Beri identitas untuk masing-masing kopi yang diuji. 

Lalu siapkan lembar penilaian yang memuat angka-angka sebagai alat ukur untuk mempermudah penilaian. 


1. SEBELUM KOPI DISEDUH

Sebelum kopi diseduh secara alami kopi akan mengeluarkan aromanya sendiri, dari sini sobat jajan bisa langsung mengendus aroma serbuk kopi kering ini lalu lakukan penilaian.





2. SETELAH KOPI DISEDUH

Setelah melewati tahap di atas sekarang saatnya untuk menguji kopi setelah diseduh. Siapkan air panas dengan suhu 90-100 derajat Celcius lalu tuangkan ke tiap-tiap cangkir yang berisi serbuk kopi yang diuji.




Sama seperti pada tahap sebelumnya, dekatkan indera penciuman kamu mendekati cangkir lalu ambil sendok dan buatlah gerakan mengipas-ngipas perlahan sebanyak tiga kali tepat diatas kepulan uap yang ada di atas permukaan seduhan kopi. 




Arah gerakan sendok dimulai dari depan indera penciuman lalu menjauhi hidung, hal ini dimaksudkan untuk menangkap aroma yang keluar bersama kepulan uap yang keluar dari seduhan kopi tersebut lalu catat hasil pengujian kita.




Diamkan beberapa saat lalu buang ampas kopi yang terapung di permukaan dengan menggunakan dua sendok makan.




Setelah tidak ada lagi ampas yang terapung dan benar-benar bersih maka coffee cupping dilanjutkan ke tahap terakhir yaitu mencicipinya.

Siapkan sendok makan lalu ambil seduhan kopi secukupnya dari cangkir tersebut, seruput dengan cepat dan kuat ke dalam rongga mulut hingga berbunyi Sluuuurrrp... Hati-hati pada tahap ini jangan sampai tersedak.

Pada saat cairan kopi memasuki rongga mulut rasakan dan nilailah tingkat aciditynya yang menyentuh lidah seketika, dan juga flavor-nya yang merupakan kombinasi rasa dan aroma yang memenuhi rongga mulut seperti fruity, spicy, earthy, nutty, roasty, smoky dan sebagainya.

Pada saat cairan kopi berada di rongga mulut rasakanlah densitasnya,, dari sini sobat jajan bisa menilai body dari suatu kopi apakah full, middle atau light.

Pada saat sobat jajan meneguk atau menelan cairan kopi tadi rasakanlah adanya sensasi rasa yang tertinggal di rongga mulut, pada tahap ini sobat jajan bisa menilai after taste-nya.




Setelah semua tahap dilakukan untuk semua kopi yang diuji berarti coffee cupping telah selesai tinggal menghitung hasil penilaian dan lalu mengevaluasinya.


KARAKTER KOPI DAN "COFFEE LANGUAGE"

Dari hasil uji sensori atau organoleptik di atas dapat disimpulkan bahwa massing-masing kopi memiliki cita rasa yang berbeda hal ini tergantung dari spesies, ketinggian tempat tanam dan drying process-nya. 


Coffee Flavor Wheel.


Berikut beberapa karakter kopi yang tersedia di The Caffeine Dispensary:

1. TORAJA SAPAN

Spesies: Arabica
Karakter: chocolate, caramelized dark brown sugar, buttery

2. SUNDA AROMANIS

Spesies: Arabica
Karakter: unripe mango, fermented, jackfruit, honey-like sweetness, vibrant acidity

3. ACEH GAYO

Spesies: Arabica
Karakter: spicy, smokey, liight earthy notes, full body, mild acidity

4. NICARAGUA MISAEL SAUCEDA

Spesies: Arabica
Karakter: tobacco, cacao, pear, malic acidity, peasant, mid-body

5. KENYA NYERI MUGAGA

Spesies: Arabica
Karakter: complex fruit-tones, wine-tanins, floral, pleasant after-taste

6. BRAZIL FORMOSO

Spesies: Arabica
Karakter: peanut, chocolate, berry-aftertaste

Dari ke enam jenis di atas ternyata yang menjadi best seller di sini adalah Brazil Formoso, tapi untuk Jajanbeken paling suka dengan Aceh Gayo dan Toraja Sapan karena cita rasa coklat dan mild untuk keduanya. Untuk Sunda Aromanis rasanya terbilang unik karena notes fruity dan fermented-nya. 

Nah sobat jajan tadi sekilas mengenai coffee cupping dan sejarah mengenai kopi, semoga bermanfaat ya terutama dalam menilai dan menguji kualitas kopi kamu.



CONTACT
Address : Jl. Kelapa Kopyor Blok M1 No.16 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240
Phone : 021 4520109
Instagram : @caffeinedispensary
Facebook : caffeinedispensary


MAP



Sampai di sini dulu ya cerita jajannya, kalau mau info update lainnya? Yuk follow Jajan Beken di:

Senin, 11 Januari 2016

MENU POPULER ALA RESTORAN CEPAT SAJI / FAST FOOD



Penerbit: Kawan Pustaka
Harga: Rp.48.500
Informasi dan pemesanan: 021 78883030
Bisa diperoleh di toko buku Gramedia, Gunung Agung dan Android Play Store

Masakan dan minuman ala restoran cepat saji sangat populer dan sudah menjadi pilihan bersantap masarakat. Rasanya yang lezat dan penampilannya yang menggugah selera membuat siapa saja tergoda untuk menyantapnya.

Buku ini merangkum resep ala restoran cepat saji KFC (Kentucky Fried Chicken, Hoka-Hoka Bento, dan masakan ala Cafe. Menu populer seperti ayam goreng KFC yang gurih dan renyah, Beef Teriyaki ala restoran Hoka-Hoka Bento yang lezat, atau salad, spaghetti bolognese, dan minuman hot cappuccino ala cafe yang menggugah selera. Semuanya terangkum lengkap di dalam buku ini.

Puluhan resep terangkum lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami, disusun secara sistematis dan telah lolos dapur uji. Dijamin Anda tidak akan gagal jika mencobanya. Tip anti gagal disetiap resepnya juga akan membantu Anda terhindar dari kegagalan. Resep juga disertai foro yang menarik.

Bagi Anda yang jeli membaca peluang usaha boga. Resep-resep di dalam buku ini sangat cocok dijadikan menu usaha boga seperti restoran cepat saji dan cafe. Namun, tidak salah juga jika Anda ingin mencobanya dan menyajikan untuk keluarga tercinta. Tentunya keluarga akan bangga jika sang bunda bisa menyajikan menu selezat restoran hasil masakan sendiri.

Minggu, 10 Januari 2016

CARA MEMBUAT BLACK COFFE ALA CAFE

Wanginya kopi hitam atau black coffe tentu membuat para pecinta kopi ingin segera menyeruputnya. Tak perlu ke cafe untuk menikmati secangkir black coffe karena Anda bisa membuat sendiri di rumah. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo.

Black Coffee

Bahan: 
15 g bubuk kopi 
60 ml air panas 95 derajat celcius 
40 ml air panas 95 derajat celcius 
Cara Membuat: 
1. Siapkan bubuk kopi di dalam portafilter. Pres dengan cara menekan dengan tamper. Pasang portafilter yang telah berisi bubuk kopi ke dalam coffee machine, proses kopi dengan 60 ml air panas dan ekstrak dengan coffe machine hingga keluar sari kopi. Tampung sari kopi ke dalam cangkir dan tambahkan 40 ml air panas. Aduk rata. 
2. Sajikan black coffe dengan gula pasir di tempat terpisah. 
Untuk 1 Porsi 

Tip: Jika Anda ingin membuat kopi espresso, sari kopi tidak perlu ditambahkan dengan 40 ml air panas sehingga sari kopi lebih pekat.

MINUMAN ALA CAFE - HOT CAPPUCCINO

Hot Cappuccino adalah salah satu minuman di kedai kopi atau cafe yang sangat populer. Anda ingin membuatnya sendiri di rumah? berikut resepnya. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo. 

Hot Cappuccino 

Bahan: 
150 ml susu tawar UHT 
60 ml kopi espresso shot 
40 g gula pasir/brown sugar untuk pelengkap penyajian atau bubuk kayu manis
Cara Membuat: 
1. Proses susu tawar UHT dalam mesin cappuccino tool. 
2. Tuang kopi espresso ke dalam cangkir penyajian. Tuang cappuccino foam ke atas nya. Sajikan panas. 
Untuk 1 Porsi 

Tip: Kopi espresso short adalah sari kopi murni tanpa tambahan air panas, cara membuatnya menggunakan mesin kopi espresso. Saat menuang cappuccino foam bisa menggunakan teknik art late sehingga terbentuk motif hiasan di permukaan cangkir. Dengan cara ini tampilan cappuccino lebih menarik.

VANILLA PANCAKE

Pancake merupakan hidangan penutup yang mudah dibuat. Aroma vanilla dari pancake hangat, dipadu dengan ice cream yang lembut serta segarnya potongan buah membuat kudapan ini memanjakan lidah. Berikut resepnya untuk Anda coba di rumah. Resep/Foto/Dapur Uji: Budi Sutomo.

Vanilla Pancake

Bahan:
100 g tepung terigu protein sedang
2 butir telur
200 ml susu tawar  cair
4 sdm gula pasir
50 g margarin
¼ sdt baking powder
1/4 sdt vanilla pasta
¼ sdt garam halus
Pelengkap penyajian:
150 g es krim cokelat
Pelengkap:
100 g stroberi
100 g ice cream vanilla
Cara Membuat:
1.     Campur tepung terigu dengan gula pasir, baking powder, vanilla pasta, dan garam, aduk rata.
2.  Di tempat terpisah, kocok telur dengan margarin menggunakan mixer hingga lembut. Tuang susu tawar cair sedikit demi sedikit, aduk rata. tuang larutan susu dan telur ke dalam tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan mixer kecepatan sedang.
3.     Panaskan wajan datar anti lengket ukuran kecil (diameter 7 cm) yang telah diolesi dengan margarin. Tuang satu sendok sayur adonan, masak hingga matang. Angkat. Lakukan hingga adonan habis.
4.      Atur pancake di atas piring saji. Letakan satu sekop ice cream vanilla di atasnya sebagai pelengkap penyajian. Hias dengan cokelat tim atau susu kental manis cokelat. Hidangkan segera.

Untuk 10 buah

Tip: Jangan memberikan olesan margarin terlalu banyak karena akan menyebabkan bagian bawah pacake berkerut.

Menu Serba Jengkol di Warung Republik Jengkol

Jakarta Timur - Bagi sebagian orang, jika mendengar nama jengkol, mungkin akan terbayang makanan dengan bau yang sangat menyengat. Bahkan banyak orang cenderung tidak berani untuk mencoba menu makanan yang satu ini. Namun bagi para pecinta kuliner jengkol, mungkin akan menganggap bahwa makanan yang disantapnya tidak akan lengkap apabila belum ada menu jengkolnya.

Biasanya menu jengkol akan dapat dijumpai jika kita makan di Warung Tegal (warteg). Namun di rumah makan atau restoran lainnya, sangat sulit untuk dijumpai menu makanan berbahan jengkol ini.

Belum lama ini penulis mendapatkan informasi dari sebuah stasiun televisi swasta yang menayangkan acara kuliner. Dalam tayangan tersebut, diinformasikan bahwa saat ini ada sebuah rumah makan di daerah Jakarta Timur yang semua menu kulinernya mengandung jengkol. Dan uniknya, dalam inforasi yang ditayangkan tersebut, disebutkan bahwa jengkol yang disajikan di warung ini sudah tidak berbau lagi. Sehingga pengunjung yang menikmati hidangan di warung ini tidak perlu khawatir dengan bau jengkol. Karena menurut pemilik warung ini, Fatoni, jengkol yang disajikan di warungnya ini telah melalui proses dengan menggunakan herbal tertentu dan direndam selama semalam sehingga bau menyengat dari jengkol tersebut telah hilang. Penasaran dengan informasi tersebut, maka penulis mencoba untuk mencari tahu informasi mengenai lokasi kuliner unik yang satu ini.

Nama lokasi kuliner ini adalah "Warung Republik Jengkol". Salah satu slogan yang terpampang dalam slogan Republik Jengkol ini cukuplah unik, "Sensasi Makan Jengkol Enak dan Tidak Bau". Lokasi warung Republik Jengkol yang terletak di Jalan Kerja Bakti No.15 Kramat Jati Jakarta Timur 13510 tepatnya di Depan Masjid Attarbiyah, Pusdikkes, Kramat Jati.

Warung Republik Jengkol ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 22.00, kecuali pada hari Selasa dan Jumat warung tutup lebih awal yaitu sekitar pukul 18.00.

Menu yang disajikan di Warung Republik Jengkol ini adalah:
Soto Betawi harga Rp 20.000
Tongseng Jengkol harga Rp 20.000
Nasi Goreng Biasa harga Rp 12.000
Nasi Goreng Jengkol harga Rp 15.000
Balado Jengkol harga Rp 15.000
Semur Jengkol harga Rp 15.000
Rendang Jengkol harga Rp 15.000
Mie Goreng Biasa harga Rp 12.000
Mie Goreng Jengkol harga Rp 15.000
Mie Godog Yogja harga Rp 15.000
Jengkol Lada Hitam harga Rp 15.000
Jengkol Sambal Ijo harga Rp 15.000
Pasta Jengkol harga Rp 15.000
Nasi Putih harga Rp 4.000