Rabu, 19 November 2014

Baconerie Kitchen & Bakery

Baconerie Jakarta adalah tempat brunch yang belum lama dibuka. Lokasinya berada di Jalan Benda, menempati sebuah ruko kecil persis di seberang Largot Bistro. Seperti namanya, Baconerie menyajikan aneka olahan bacon ke dalam berbagai hidangan, mulai dari appetizer, light bites, main course hingga ke scone! Selain menyajikan aneka all day breakfast menu, menu-menu artisan cured meat juga dapat ditemui disini.


Bagi yang tidak mengkonsumsi pork mungkin akan kesulitan untuk memilih menu, karena Baconerie hanya menggunakan pork bacon sebagai salah satu bahan andalannya.




Jangan kaget apabila di pagi hari Baconerie sudah penuh dan ramai oleh pengunjung yang bersantai sembari menikmati menu-menu andalan restoran yang juga menyajikan aneka homemade dessert. Sebut saja chocolate cake 3 layer, cinnamon roll, Brazilian Banana Cake, Coffee Cake sampai scone  menghiasi rak display mereka yang berada tepat di samping pintu masuk.
 
Tropical Truffle Fries (60K)


Porsinya sangat sangat besar!!
Saya agak terkejut melihat porsinya yang ternyata bisa disharing untuk 4 orang atau lebih. Sang waitress memang telah memberikan info sebelumnya, tapi saya pikir paling-paling porsi besarnya tidak terlalu besar. Hehehee..
French fries dengan campuran truffle oil ini masih diberikan taburan parmesan yang generous di atasnya. Namun sayang sekali, saya hampir tidak bisa merasakan campuran truffle oil, kecuali di bagian paling bawah tumpukan friesnya. 
More truffle, please!
 
Mushroom Burger (90K) – Non Halal
Freshly ground 50/50 bacon and beef hamburger patty, demi-glace, shiokoji marinated mushrooms, melted cheese, mayo toasted brioche buns, side salad



Burgernya terhidang apik dalam tray kayu beserta seporsi salad di pinggirnya. Pattynya cukup padat (yeah, salah saya tidak mengecek dulu isian burgernya, langsung mencicipi potongan yang disodorkan FP) dengan rasa gurih daging yang mendominasi. Saya suka saus demi-glacenya tidak diberikan secara berlebihan, sehingga tidak overpowering rasa lain dari maushroom dan kejunya.
 
 
Grilled Cheese Sandwich (70K)
Special blend of cheese, aioli, crisped buttery toast, side salad


Sandwich ini merupakan menu favorit saya. Porsinya cukup besar dengan lelehan keju yang muncul dari sela-sela tumpukan roti. Dihidangkan bersama seporsi salad hijau yang segar, sandwich ini sangat lezat. Rotinya wangi butter dan renyah dipadu dengan filling lelehan aneka keju yang  generous. Apalagi saya adalah penyuka segala jenis yang berbau keju. One portion is (almost) not enough. Very berry recommended!
 
Ham & Cheese Scone (25K) - Non Halal


Pagi itu, Baconerie menyediakan 2 varian scone yaitu bacon & maple scone dan ham & cheese scone. Lapisan atas ham & cheese bacon berlapis lelehan keju yang menggiurkan. Imel memesan keduanya dan menurutnya Ham & Cheese Scone lebih lezat dibanding Bacon & maple scone.
 
 
 
 
 
BACONERIE KITCHEN AND BAKERY
The Grove – Kemang
Jl. Benda No. 1C Jakarta Selatan
Open :  7.00 AM – 7.00 PM
Closed on Monday

[Hotel Review] : ARTOTEL JAKARTA

Bulan Oktober yang lalu, saya bersama beberapa blogger diundang untuk menginap di Artotel yang berada di pusat kota Jakarta. Artotel menempati sebuah bangunan dengan desain yang eksentrik. Seluruh dinding luarnya tertutupi oleh graffiti berwarna ungu yang membuat hotel berlantai 7 ini menjadi sangat eyecatchy meskipun tidak terlalu besar.

Artotel merupakan hotel yang sering digunakan untuk keperluan travelling/business dibanding Ieisure. Oleh karena itu, di Artotel tidak ada kolam renang ataupun kids club yang dimiliki oleh beberapa hotel lain.  Namun, meskipun hanya untuk tujuan bisnis/travelling, Artotel jauh dari kata membosankan.



Setiap sudut Artotel didesain dengan artwork-artwork dari seniman lokal seperti Zaki Arifin, Eddy Hara dan Oky Rey Montha. Tidak hanya di lobby, desain artwork yang beragam ini dapat dinikmati sampai ke dalam kamar.  Setiap lantai memiliki tema artwork yang berbeda, saya mendapat kamar di lantai 5 yang didesain oleh Wisnu Auri. 


The view from room 502

Tips : Please check the website first if you want to choose the room, make sure the artwork design suits you. Ask for high floor if you want a nice view, Theresia church/Menteng view is recommended.
 



Dari total 107 kamar, Artotel memiliki 3 macam tipe kamar, yaitu studio 40, studio 25 dan studio 20 yang saya tempati. Meskipun agak kecil, studio 20 ini terasa sangat nyaman, saya menempati kamar 502 dengan pemandangan mengarah ke Sarinah.





Setiap kamar di Artotel dilengkapi dengan TV 32 inch, free wifi access (it’s fast!), hair dryer, safety deposit box,  iPod docking station dan Dolce Gusto Coffee Maker!
 
 
Desain pintu kamar mandinya juga unik. Pintunya merupakan pintu geser yang sekaligus menjadi penutup lemari. Jadi ketika kamar mandi ditutup, maka lemari akan terbuka. Begitu juga sebaliknya. 


 
Tidak lama setelah puas bersantai-santai di kamar, saya menikmati cocktail class & afternoon tea di BART, Rooftop bar milik Artotel yang belum lama dibuka. Untuk lebih jelasnya, sesi cocktail class & afternoon tea di BART bisa dibaca disini.


Pada malam hari tibalah saatnya cooking class dengan chef Artotel yang bertempat di meeting room. FYI, Artotel memiliki meeting room yang cukup luas!


Pada malam itu saya memasak dua menu, Seared Salmon with Apple Cider Sauce dan Evolution Tomato Salad. Yay, ternyata membuat hidangan yang terlihat fancy ini tidak terlalu sulit. Post mengenai resep dan cara pembuatannya akan saya jelaskan di post terpisah ya..
 
 
RoCA
 
RoCA merupakan restoran milik Artotel yang menjadi tempat breakfast sekaligus all day dining yang buka 24 jam. Tidak seperti hotel lain yang mematok harga cukup tinggi, RoCA menawarkan aneka hidangan Indonesia dan western dengan harga yang cukup terjangkau.  



Tips : RoCA has a few promo, like free flow beer, 50% for F&B on every Secretary Day & High Heels Night. Check their website/social media for more details.
 
Chesnut Cream Soup Crispy Smoked Beef


 
Dihidangkan dalam gelas yang mungil. Sup ini lezat! aroma & rasa kacangnya tidak mendominasi rasa, justru menjadi lebih ngeblend dengan tambahan cream. Crispy smoked beef yang gurih membuatnya lebih enak lagi.
 
Grilled Wagyu Striploin served Country Style Potato with Bordelaiase Sauce


Grilled wagyu sirloin ini patut diacungi jempol. Dagingnya juicy dan cukup lembut. Sausnya juga tidak kalah lezat. Rasanya gurih manis dengan bumbu yang cukup intens & pekat.  Yummy until the last bite!
 
Dessert Chocolate Melted served with Vanilla Ice Cream


You can never go wrong with chocolate melt as dessert.
It’s chocolaty, rich, moist and runny on the inside.


Suasana lobby pada malam hari

Overall, service dan rasa makanan RoCA tidak ada yang mengecewakan. Nilai plus untuk ambiance RoCA yang cozy, sehingga membuat betah berlama lama duduk di sini. Saya sendiri asik mengobrol dengan foodies lain hingga jam 1:30 pagi, dan pasti masih akan berlanjut seandainya saya belum mengantuk.
 
 
Breakfast at RoCA
 
 
Satu lagi keuntungan menginap di Artotel karena lokasinya yang cukup strategis. Saya bangun sepagi mungkin untuk menikmati suasana pagi sekitar Artotel. Jika ingin olahraga tapi malas keluar hotel, Artotel juga menyediakan fitness/gym centre yang dapat digunakan selama menginap disana.
 
Tips :  car free day at Sudirman-Thamrin it’s just within walking distance (about 200m) of the hotel. Down the road of Jl. Sunda, you will also find the fresh vegetables, fruit, dessert or milk at the Organic Market every Sunday. It’s fun!
 




Breakfast di RoCA available hingga jam 09:30 AM setiap harinya. Menunya cukup variatif, mulai dari salad & cereal station, bread station, egg station, menu ala American breakfast (sausage, dll), Asian, hingga masakan Indonesia tersedia lengkap untuk dipilih. 


 

Sebelum pulang dan bersiap-siap untuk check out, saya menyempatkan diri untuk melihat art gallery yang terletak di lantai 2 yang berisi beberapa pernak pernik unik dan juga aneka lukisan.  Feast for the eyes!


 
Thank you so much ARTOTEL for the unforgettable staycation!







ARTOTEL THAMRIN JAKARTA
Jl. Sunda No.3 Jakarta Indonesia
(021) 3192 5888

Selasa, 18 November 2014

Parc 19

Parc 19 bukan merupakan restoran baru di kawasan Kemang. Sekurang-kurangnya sudah satu tahun ia menjadi salah satu restoran yang tidak pernah sepi, khususnya di saat weekend.


Memasuki restoran ini saya cukup surprise dengan areanya yang terbilang luas. Penataan ruangannya dibuat bergaya klasik vintage ala 1930-an dengan bar besar yang cukup panjang di salah satu sisi ruangan. 


Hampir seluruh sisi dinding Parc 19 diganti dengan kaca yang memberikan kesan terang di waktu siang dan romantis di malam hari. Dining areanya terbagi menjadi dua yaitu indoor area dan semi outdoor yang ditata menyerupai sebuah taman yang asri. Pada bagian garden area ini terdapat spot yang digunakan untuk live music dari DJ di setiap weekend atau akustik di setiap hari Senin.














Parc 19 menawarkan berbagai macam menu untuk dipilih, mulai dari hidangan favorit Indonesia, Asia sampai ke western. Mulai dari teh, kopi hingga beragam signature cocktail yang menjadi andalannya. Sejak pertengahan tahun kemarin, Parc 19 membuka restorannya lebih pagi di waktu weekend dan menambahkan menu brunch dan breakfast ke dalam deretan menunya. 

 
Berry Blast Smoothies (35K)


Campuran smoothie sini terbuat dari Soy Bean sweet, pisang, strawberry, blueberry dan juga oatmeal. Rasa suka dengan rasa manis asamnya yang pas. Sedikit creamy namun tidak membuat eneg. Tambahan oatmeal membuat minuman ini sedikit mengenyangkan. Cocok sekali untuk sarapan di pagi hari.
 
 
Champion Breakfast (110K)
2 eggs, beef bacon, sausages, mushroom, spinach



Here we go, breakkie with huge portion menu!
Champion breakfast ini berisi irisan roti dengan butter, dua telur mata sapi (sunny side up), dua sausage yang dibungkus bacon yang renyah, jamur yang ditumis, potongan kentang, bayam dan juga grilled tomato sebagai pelengkapnya.
Everything is perfect, except for spinach. Karena hanya diblansir, saya merasa bayamnya terlalu hambar. Oh ya, kentangnya akan lebih enak jika dimasak lebih kering lagi.
 
 
Pan Fried Barramundi (85K)



Tidak cukup dengan Champion Breakfast, saya juga mencicipi Pan Fried Barramundi yang menjadi salah satu menu andalan Parc 19. Ikan yang di disajikan bersama angel hair pasta & tomato capers sauce ini tampil cantik dengan porsi yang juga cukup besar. Sebagai side dishnya terdapat sayuran seperti black olive, wortel dan parisienne zucchini
Ikannya lembut dengan lapisan kulit yang renyah, angel hairnya dibumbui ringan  tapi cukup membuat ketagihan. Sayurannya dimasak dengan tingkat kematangan yang pas serta sausnya yang asam menambah kelezatan menu yang satu ini.
 
I Want More


Cocktail I Want More merupakan salah satu signature cocktail sekaligus best seller di Parc 19. Cocktail ini terbuat dari campuran Brandy, Kahlua, Vodka, Bois Banana, Absolut Vanilla, whipped cream serta Nutella. Hmmm..bisa dibayangkan bukan rasanya?
Manis nutella berpadu sempurna dengan campuran liqueur dan juga absolut vanilla. Samar-samar terjejak rasa pisang yang legit di balik vla di bagian atas cocktailnya. Recommended!
 

Saya akan datang kembali ke Parc 19 karena menu makanannya yang variatif dan lezat, menu breakfast & brunchnya juga cukup menarik. Terlebih lagi suasana Parc 19 yang terbilang cukup lengang di weekend pagi membuat acara bersantap menjadi lebih asik dan santai.
 
 


 
PARC 19
Jl. Taman Kemang Raya No. 19
Kemang, Jakarta Selatan