Senin, 01 Agustus 2011

Gubug Udang Situ Cibubur

Jakarta Timur - Ada sesuatu yang berbeda ketika keluar dari Tol Jagorawi melalui Pintu Gerbang Tol Cibubur sejak Mei 2011. Tepat sebelum Mc. Donald/SPBU Cibubur, ada jalan masuk menuju Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur. Di depan jalan masuk ke Bumi Perkemahan ini, terpasang sebuah spanduk serta beberapa umbul-umbul dengan tulisan yang cukup membuat penasaran, yaitu "Gubug Udang". Akibat setiap kali melalui tempat ini, selalu dihadang kemacetan, sehingga sampai saat ini penulis masih belum sempat singgah ke tempat ini.



Penasaran dengan adanya lokasi kuliner baru ini, maka penulis mencoba mencari informasi mengenai lokasi ini. Dari beberapa informasi yang berhasil dikumpulkan oleh penulis, diketahui bahwa Gubug udang ini menyajikan menu masakan khas dari Bumi Parahyangan (Jawa Barat) dengan menu andalan adalah Udang Bakar Madu.


Di Gubug Udang Situ Cibubur, meja makan dibangun dalam bentuk gubuk. Terdapat 19 gubuk, dengan setiap gubuk memiliki kapasitas yang tidak sama. Ada yang dapat memuat 10 orang, ada juga yang dapat memuat hingga 40 orang dalam satu gubuk. Selain gubuk, rumah makan ini juga menyediakan beberapa ruangan makan konvensional, yang dilengkapi dengan kursi dan mejanya. Tiap ruang memiliki kapasitas yang berbeda. Secara total, Gubug Udang Situ Cibubur yang berdiri di atas lahan seluas 6.000 meter persegi dengan view sebagian besar gubuk menghadap ke danau. Di depan gubuk juga disediakan teras kecil yang terbuat dari bambu untuk menikmati pemandangan danau serta ikan-ikan yang ada di dalam kolam.



Menu favorit pengunjung dan merupakan sajian unggulan Gubug Udang ini adalah Udang bakar madu, yang disajikan dengan cara ditusuk seperti sate. Menu ini hampir sama dengan menu yang disajikan di Udang Madu Mang Engking.



Untuk mengolahnya, udang yang telah dibumbui dibakar dan dilumuri madu. Satu tusuk berisi empat ekor udang. Sesuai dengan bumbunya yang dibalut madu, cita rasa menu ini pasti sudah bisa ditebak. Namun, untuk memperkaya rasa, menu ini lazim disandingkan dengan sambal terasi. Rasanya lezat dan mantap.



Selain udang bakar madu, Gubug Udang juga punya beragam olahan gurame. Salah satunya gurame cobek. Sesuai dengan namanya, rasa gurame cobek sangat pedas dan cocok untuk Anda yang memang suka masakan pedas. Kepiting saus padang, cumi saus tiram, dan ikan kerapu adalah menu seafood lain yang dapat dicoba di sini. Mudah-mudahan suatu saat nanti penulis akan mencoba lokasi kuliner di tempat ini, sehingga dapat menceritakan bagaimana rasa dari menu-menu yang disajikan di tempat ini kepada para Pembaca sekalian. Atau mungkin ada Pembaca yang sudah pernah merasakan menu di Gubug Udang ini, dapat share pengalamannya di sini.



Alamat:

Gubug Udang Situ Cibubur

Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur

Jakarta Timur

(Jambore, samping SPBU Cibubur/Mc. Donald)

Telp. +62 021-84304873, 84304874, 95291341



Artikel Terkait:

Liputan Kunjungan Penulis ke Gubug Udang

Selasa, 31 Mei 2011

Berburu Pempek Enak Di Palembang: Pempek Saga

PALEMBANG - Apabila kita mendengar nama kota Palembang di sebut, maka yang terbayang dalam ingatan kita adalah makanan khas Palembang yaitu Pempek. Padahal sebenarnya masih banyak makanan khas dari kota Palembang ini, seperti pindang ikan atau pindang tulang, Mie Celor, Martabak Har, maksuba dan kue delapan jam, model, tekwan, serta masih banyak kuliner lainnya. Bagi Anda yang berkunjung ke Palembang, tentunya tidak akan lengkap apabila belum menikmati Pempek.

Penjual pempek dapat kita temukan hampir di setiap sudut Kota Palembang. Hampir setiap rumah makan, apapun jenis rumah makannya, selalu ada menu pempek. Oleh sebab itu, bagi pendatang baru di Palembang, tentunya sulit untuk menentukan lokasi Pempek mana yang layak untuk dikunjungi. Penulis yang pernah tinggal beberapa saat di Palembang, pernah mencoba beberapa lokasi rumah makan pempek yang kabarnya cukup terkenal. Dari sekian banyak lokasi rumah makan pempek, Pempek Saga "Sudi Mampir" merupakan salah satu rumah makan yang menghidangkan pempek dengan rasa yang terbaik menurut penulis.

Pempek yang disajikan di rumah makan Pempek Saga "Sudi Mampir" ini terbilang cukup enak. Pempeknya gurih dan tidak amis. Cuka pempeknya (di Palembang disebut "cuko") yang khas dan enak.

Rumah makan yang terletak di Jl. Merdeka No. 8, 22 Ilir, tepat berada di depan Kantor Walikota Palembang, cukup ramai dikunjungi oleh pengunjung. Suasana makan di tempat ini cukup bagus pada malam hari, sambil menikmati pempek, kita dapat melihat gedung walikota dengan lampu hias yang cukup megah.

Mengenai harga, memang Pempek Saga ini terbilang paling mahal jika dibandingkan dengan penjual pempek lainnya. Satu potong pempek harganya Rp 4.000. Jika di tempat lain mungkin kita bisa membeli pempek dengan harga sepotongnya antara Rp 1.500 s.d. Rp 3.000.

Selain menyediakan pempek, di tempat ini juga disediakan menu Model, Tekwan, Celimpungan, otak-otak. Minuman yang disediakan di sini adalah es kacang merah (es ini juga sangat terkenal sebagai minuman khas Palembang), es teh manis, serta aneka jus buah.

Alamat Rumah Makan Pempek Saga "Sudi Mampir" :
Jl. Merdeka No. 8 22 Ilir depan Walikota Palembang
Telp. +62 0711 706 9384 atau +62 0711 314417

Cabang:
Jl. Kapt. Cek Syeh No 191/192
Simpang Tiga Kebon Duku 18 Ilir Palembang
Telp. 0711 379 021

Sabtu, 21 Mei 2011

Aneka Kuliner Daerah di Jakarta Fashion and Food Festival

JAKARTA - Saat ini hingga tanggal 29 Mei 2011 di Mall Kelapa Gading tengah digelar acara yang diberi nama Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF). Sebanarnya acara ini telah dibuka sejak mingggu lalu tanggal 14 Mei 2011. Acara ini diselenggarakan oleh PT Summarecon Agung Tbk sebagai pemilik Mall Kelapa Gading dan mendapat dukungan pula dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu, khususnya melalui Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Sesuai dengan namanya dalam festival ini menampilkan aneka produk fashion dan kuliner yang diikuti oleh sekitar 90 desainer ternama dan sekolah mode di Jakarta dan 50 pedagang makanan khas Indonesia dari kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berasal dari wilayah Jabodetabek memamerkan makanan andalan mereka.

Khusus untuk food festival, program ini sebenarnya telah rutin diselenggarakan setiap tahunnya yang dikenal dengan Kampoeng Tempo Doeloe (KTD). Dalam ajang festival ini yang diiluti 50 pedagang makanan khas Indonesia, dapat dimanfaatkan oleh para pecinta kuliner untuk berburu aneka jenis kuliner yang layak untuk dicoba tanpa perlu bersusah payah mendatangi lokasi usaha kuliner yang sebenarnya satu persatu.

Festival yang telah di selenggarakan 8 kali ini diselenggarakan di kawasan La Piazza, Mal Kelapa Gading dengan konsep bangunan yang bertema klasik tempo dulu membuat festival kuliner ini menarik banyak pengunjung.

Beberapa menu yang disajikan di JFFF 2011 ini adalah Gudeg Pejompongan, Empal Gentong Putra Mang Darma, Ketupat Sayur Rusmini, Nasi Padang Ulanago, Soto Betawi Babeh, Soto Udang Medan Akwang dan Kue Putu Bambu Medan.

Harga makanan yang dijual pun relatif murah. Harga makanan yang ditawarkan sekitar Rp 3000 hingga yang termahal sekitar Rp 25.000 per porsi.

Salah satu peserta festival ini yaitu Stan Putu Bambu Medan. Penjual kue berbahan tepung beras itu telah 4 kali mengikuti festival ini dan tahun ini merupakan yang kelima kalinya mengikuti JFFF. Sepotong kue putu yang dijualnya dibandrol seharga Rp 2.500.

Selain itu juga ada Stan Es Buah Acen Pluit, yang telah 6 kali mengikuti festival ini. Salah satu menu yang disajikan di Stan ini adalah Es Super Kombinasi yang dibanderol denngan harga Rp 23.000 per porsi. Menu lain yang juga disajikan di Stan ini adalah menu Es Mutiara Buah dan Es Sarang Burung. Kedua menu favorit tersebut dibanderol dengan harga Rp 18.000 per mangkuk.

Ada juga Stan Petojo Sari, denngan menu andalan Nasi Peda dan Nasi Ayam Bakar.

Dalam festival ini juga disajikan aneka Wine and Cheese di areal Multi Purpose Hall, La Piazza, Kelapa Gading. Untuk mengunjungi lokasi ini setiap pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp 25.000 per orang. Di lokasi ini, pengunjung disuguhi anggur dan keju dari Australia, Amerika, Argentina, Chili, Italia, Jerman, Kanada, New Zealand, Prancis, Portugal, South Africa, dan tuan rumah, Indonesia.

Apabila pada libur akhir pekan kali ini atau minggu depan, para Pembaca tidak memiliki rencana, mungkin ajang festival ini dapat menjadi alternatif pilihan untuk berburu kuliner.

Jumat, 06 Mei 2011

Berburu Bakmi Enak di Palembang

Palembang - Umumnya setiap orang yang datang ke Palembang, pastilah akan selalu mencari pempek. Dan memang di setiap sudut kota Palembang pastilah ada penjual pempek, baik itu berupa pedagang kaki lima, warung kecil hingga rumah makan besar. Sehingga Palembang ini identik dengan sebutan kota Pempek. Walaupun dimana-mana kita melihat hanya ada penjual pempek, bukan berarti di Palembang tidak ada jenis kuliner lainnya.
Sebenarnya jika kita mencoba untuk mencari dan berburu kuliner di Palembang, sangat banyak jenis kuliner di kota ini. Sehingga Pemerintah Kota Palembang saat ini tengah gencar mengkampanyekan wisata kuliner di kota Palembang selain wisata airnya.

Salah satu kuliner di kota Palembang yang dapat kita cari adalah Bakmi. Ada beberapa lokasi kuliner Bakmi yang layak untuk dicoba. Di antara lokasi penjual Bakmi di Kota Palembang, yang cukup terkenal adalah Bakmi di daerah Dempo. Di daerah ini ada 2 lokasi kuliner Bakmi yang cukup terkenal, yaitu Bakmi Halleluya dan Bakmi Alloy.

Penulis mencoba berburu kuliner ke Rumah Makan Bakmi Halleluya.

Rumah Makan Bakmi Halleluya terletak di Jalan Dempo Luar No. 916, Palembang. Nomor telepon yang dapat dihubungi adalah +62 0711 4268105. Untuk mencapai tempat ini, dari jalan Jend. Sudirman (arah ke Jembatan Ampera) ambil Jalan Kol. Atmo kemudian belok kiri di Jl. Dempo Luar. Rumah makan Halleluya terletak di sisi kiri jalan.
Kesan pertama ketika melihat penampilan bakmi ini, penulis kurang yakin apabila Bakmi Palembang ini rasanya sebanding dengan Bakmi yang biasa penulis santap di Jakarta, Medan, atau Pontianak. Karena penampilan dari Bakmi ini yang terlihat warnanya pucat (tidak kecoklatan seperti Bakmi pada umumnya). Namun setelah disantap, ternyata rasa Bakmi Halleluya ini tidak kalah dengan Bakmi Jakarta, Medan atau Pontianak. Keunikan dari Bakmi Halleluya adalah mie-nya yang sangat kenyal.

Di sini penulis mencoba Bakmi Pangsit (seperti tampak pada gambar di atas). Satu porsi bakmi pangsit dibandrol dengan harga Rp 14.000. Penulis juga memesan pangsit goreng yang dihargai Rp 2.000 per potong. Menurut penulis, cita rasa Bakmi Palembang ini hampir sebanding dengan beberapa jenis Bakmi enak yang pernah penulis nikmati di Jakarta, Medan dan Pontianak. Kelebihan dari Bakmi Palembang ini terletak pada mie-nya yang kenyal. Secara keseluruhan penulis memberi nilai 75 untuk Bakmi Pangsit Halleluya, Palembang.

Selain bakmi pangsit, tersedia juga bakmi dengan jerohan. Bakmi di rumah makan Halleluya ini mengandung babi, sehingga tidak cocok bagi Pembaca sekalian yang beragama Islam.

Rabu, 13 April 2011

Berburu Kuliner Soto Ikan ke Cibinong

CIBINONG - Malam minggu tanggal 2 April 2011, penulis diajak oleh Sepupu penulis untuk mencoba soto ikan yang ada di daerah Cibinong. Mendengar ajakan sepupu ini, penulis agak heran, apakah memang di daerah Cibinong ada tempat kuliner yang layak untuk diburu? Terus terang selama ini penulis belum pernah mendapatkan informasi tentang adanya lokasi kuliner di Cibinong yang terkenal atau unik. Menurut sepupu penulis, soto ikan di tempat ini layak untuk dicoba, karena dia pernah sekali datang ke tempat ini.



Penasaran dengan informasi dan ajakan ini, maka penulis segera menerima ajakan ini. Namun sepupu penulis mengaku bahwa tidak begitu ingat jalan menuju lokasi kuliner ini. Hanya dia ingat alamatnya di Jl. Mayor Oking. Bermodal ingatan itu, maka penulis dan sepupu pun berangkat menuju lokasi kuliner ini.



Perjalanan ditempuh melalui Jalan Raya Bogor, ketika sampai di pertigaan Cibinong (setelah turun dari flyover, kami pun mengambil jalan ke kiri menuju ke Jalan Tol Jagorawi, inilah Jalan Mayor Oking. Ternyata tidak sulit juga untuk mencari lokasi kuliner ini, karena di depan rumah makan ini terpampang sebuah spanduk berwarna kuning yang bertuliskan "SOTO IKAN". Nama Rumah Makannya adalah RM. CIRIUNG INDAH. Lokasinya tepat di sebelah kiri jalan, arah dari pertigaan Cibinong ke Citeureup/Jalan Tol Jagorawi. Alamatnya adalah Jalan Mayor Oking 123, Ciriung, Cibinong. Nomor Telepon +62 021-8752849, +62 021-32919017, +62 021-95149897 dan +62 0812 10229989.

Rumah Makan ini buka setiap hari (termasuk juga hari libur mulai pukul 08.00 s.d. 21.00 WIB).


Kebetulan ketika sampai di tempat ini, keadaannya sedang tidak ada pengunjung. Namun ketika kami telah memesan menu sudah ada beberapa rombongan pengunjung yang singgah ke rumah makan ini. Kami bersyukur, bahwa kami tidak perlu menunggu terlalu lama, pesanan kami sudah siap dihidangkan. kami memesan 2 (dua) porsi Soto Ikan Gurame masing-masing berukuran 8 ons, sate ayam, gado-gado, dan cap cai. Soto ikannya dengan kuah berwarna kuning dan aroma rempah-rempah yang cukup khas.



Memang rasa soto ikan di tempat ini sedikit unik, dengan ikan gurame yang gurih dan kuah yang rasanya asam, pedas, dan asin menjadikan hidangan ini sangat cocok apabila disantap pada siang hari dalam cuaca yang panas karena terasa sangat segar.



Ikan gurame yang dihidangkan di sini sangat segar karena ikannya ini dipelihara di kolam dan ketika ada pengunjung yang memesan, barulah ikan tersebut ditangkap dan diolah. Bumbu yang digunakan untuk soto ikan ini terdiri dari terdiri dari cabai, bawang, serai, kunyit, jahe, dan belimbing wuluh, dan dihargai sebesar Rp 8.000 per ons.



Selain menu andalan Soto ikan Gurame, di rumah makan ini juga menyediakan menu Sop Buntut yang dihargai sebesar Rp 27.500 per porsi dan Sop Buntut Goreng dengan harga Rp 32.500 per porsi. Menurut sepupu penulis, sop buntut di tempat ini juga sangat enak dan empuk. Namun pada malam itu, penulis ingin mencoba dulu soto ikan. Mungkin di lain waktu, penulis akan berkunjung lagi untuk mencoba sop buntut.



Namun untuk mencapai rumah makan ini, kita harus menghadapi kemacetan di Pasar Cibinong atau di Citeureup. Akibatnya mungkin sebagian orang malas untuk datang ke tempat ini. Namun untuk mengantisipasi hal ini, rumah makan ini menerima sistem pesan dan antar (delivery order).



Penilaian Penulis:

Soto ikannya cukup segar, namun sayangnya terlalu asin. Jadi apabila ingin memesan dan tidak suka asin, maka bisa meminta untuk dikurangi garam.

Bumbu rempahnya cukup terasa, namun menurut penulis, akan lebih segar lagi apabila dalam soto ikan tersebut ditambah dengan nanas.

Sebaiknya menikmati soto ikan pada siang hari ketika cuaca panas.

Secara keseluruhan, nilai yang dapat diberikan atas hidangan di tempat ini adalah 70.



Peta menuju tempat ini:

View Larger Map

Jumat, 17 Desember 2010

Menikmati Masakan Jawa Dengan Nuansa Eksotis di Warung Mbah Jingkrak

JAKARTA SELATAN - Kali ini penulis menemukan satu lagi lokasi kuliner yang cukup unik. Setelah dari pagi penulis sibuk mencari handphone pengganti, karena handphone milik penulis rusak. Sangat sulit mencari handphone yang memiliki banyak fitur namun dengan harga yang terjangkau. Karena penulis membutuhkan handphone yang dapat mendukung kerja penulis serta dapat juga mendukung penulis dalam meliputi berbagai lokasi kuliner sebagai bahan untuk artikel di blog Berburu Kuliner ini. Akhirnya penulis membeli handphone Nokia E5 yang memiliki berbagai fitur canggih, termasuk juga kamera 5 mega pixel, fasilitas GPS yang dilengkapi dengan peta Jakarta dan Indonesia. Handphone ini dapat dibeli adalah berkat penghasilan yang penulis peroleh dari IDBlognetwork (suatu jaringan penyedia iklan-iklan premium di Indonesia dan ini merupakan situs CARA BERIKLAN DI INTERNET yang paling praktis dan tepat saat ini) yang telah membayarkan honor atas tulisan-tulisan sebelumnya yang dimuat di blog Berburu Kuliner ini. Nokia E5 ini sangat cocok untuk penulis yang sangat sibuk dengan aktivitas sehari-hari, sehingga perlu sebuah alat komunikasi yang dapat tetap terhubung dengan rekan-rekan, baik melalui chat maupun email, terutama untuk mengecek apabila ada tugas melakukan review melalui tulisan dari IDBlognetwork.

Kembali ke topik kita, kali ini penulis mencoba sebuah lokasi kuliner di bilangan Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Setiabudi Tengah 11 Jakarta Selatan. Terletak tidak jauh dari Hotel Four Seasons. Nama rumah makannya adalah WARUNG MBAH JINGKRAK. Nama rumah makan ini cukup unik, demikian juga suasana makan di dalamnya. Masakan yang disajikan di sini adalah masakan khas Jawa dan menunya cukup banyak. Istimewa di tempat ini adalah suasana dari rumah makan ini. Tempat makannya berada di tempat terbuka di samping sebuah kolam dan taman. Suasananya seperti di pedesaan dan sangat cocok sebagai tempat makan sambil mengobrol dengan teman.

Yang unik di sini, setiap pelayan pria mengenakan blangkon (yaitu topi yang biasa dipakai dalam adat Jawa Tengah dan Yogyakarta). Selain itu, di rumah makan ini juga terpajang aneka koleksi, mulai dari rokok-rokok tradisional dari seluruh Indonesia, Kecap tradisional yang dikemas dalam botol yang berasal dari seluruh Indonesia, miniatur sepeda ontel.
Pada dinding tampak koleksi aneka bungkus rokok tradisional dari seluruh daerah di Indonesia

Apabila kita mengunjungi rumah makan ini pada jam makan (terutama pada hari kerja), maka bersiap-siaplah untuk mengantri. Namun apabila Anda tidak ingin mengantri, bisa juga melakukan reserved melalui nomor telepon +62 (021) 5252605 atau nomor faksimili +62 (021) 52906544. Kebetulan pada saat penulis mengunjungi tempat ini bersama 2 rekan penulis dan tanpa memesan terlebih dahulu sehingga penulis harus menunggu untuk mendapatkan meja.

Ketika kita memasuki rumah makan ini, maka akan disambut oleh seorang pelayan yang akan mencatat setiap menu yang akan kita pilih. Sedangkan menunya tersebut telah terhidang dalam meja panjang, sehingga pengunjung tinggal melihat dan memesan sesuai dengan selera. Setelah pesanan dicatat, maka pengunjung akan diarahkan ke tempat duduk yang telah ditentukan sambil menunggu pesanan disajikan.

Sambil menunggu pesanan datang, pengunjung dapat menikmati suasana dan pemandangan di rumah makan ini sambil mengobrol. Kesempatan ini tidak disia-siakan penulis untuk langsung mengabadikan rumah makan ini sambil mencoba kamera dari handphone baru Nokia E5.

Setelah pesanan kami dihidangkan, kamipun dengan lahap menikmati makanan tersebut. Cita rasa dari masakan di rumah makan ini cukup lumayan dengan masakan dan cita rasa khas Jawa Tengah. Anda yang tidak tahan dengan masakan pedas, agar berhati-hatilah dalam memilih menu makanan di sini, karena beberapa jenis hidangan menggunakan bumbu cabe yang cukup pedas. Penulis juga tertarik dengan aneka minuman yang disajikan di tempat ini dengan nama-nama unik. Seperti Es Kolor Hijau, yang terdiri dari campuran kelapa muda, tape ketan, dawet dan selasih; Es Jujur, yang terdiri dari kelapa muda, selasih, jeruk nipis; Es Buaya Darat, yang terdiri dari lidah buaya, selasih dan lemon. Penasaran dengan nama-nama es ini penulis mencoba untuk mencicipi Es Kolor Hijau dan Es Surga, yang terdiri dari sirsak dan kelapa muda. Es-nya terasa segar sehingga menghilangkan rasa haus pada siang itu.

Penulis merekomendasikan tempat ini sebagai salah satu tempat yang layak untuk dicoba, apalagi sebagai tempat untuk melepas lelah sambil mengisi perut dan mengobrol. Namun sayangnya, harga dari masakan yang disajikan di sini terhitung agak mahal. Penulis mencoba menu-menu sebagai berikut:
-Ayam Kawul (ayam goreng) seharga Rp 15.500 per potong
-Cumi-cumi (cumi kering asin) seharga Rp 20.000 per porsi
-Oseng daun pepaya seharga Rp 8.200 per porsi
-Oseng kacang panjang seharga Rp 8.200 per porsi
-Oseng kikil sapi seharga Rp 12.490 per porsi
-Sayur sop Ndeso seharga Rp 7.000 per porsi
-Telor bacem seharga Rp 4.000 per butir
-Tempe Mendoan seharga Rp 5.000 per potong
-Nasi putih seharga Rp 4.500 per porsi
-Sambal Iblis seharga Rp 3.000 per porsi
Harga-harga tersebut belum termasuk pajak restoran sebesar 10%.

Senin, 22 November 2010

Berburu Pindang Patin Khas Palembang di Rumah Makan Sri Melayu

PALEMBANG - Apabila mengunjungi kota Palembang, belum lengkap rasanya bila belum mampir ke Rumah Makan Sri Melayu. Rumah Makan ini menyajikan suasana makan yang bernuansa Melayu Sumatera Selatan. Terletak di Jalan Demang Lebar Daun No. 1 Palembang - 30163, telepon +62 (0711) 420468 (tidak jauh dari istana gubernur Sumatera Selatan, Griya Agung) adalah merupakan Rumah Makan yang selalu dikunjungi oleh para pejabat dan orang penting jika berkunjung ke kota Palembang.

Karena penasaran dengan cerita bahwa rumah makan ini adalah merupakan rumah makan yang dikunjungi oleh pejabat-pejabat elit, maka ketika mengunjungi Palembang, penulis mencoba untuk menyempatkan diri berburu kuliner di rumah makan ini.

Rumah makan ini terletak di areal yang cukup luas (kira-kira luasnya sekitar 1 hektar) dengan banyak pepohanan yang rindang. Bangunan utama rumah makan ini bergaya bangunan khas Palembang yang sebagian besar terbuat dari kayu. Di tengah-tengah rumah makan terdapat sebuah kolam ikan dengan ikan yang cukup banyak dan besar. Tempat ini cukup nyaman bagi orang yang ingin menikmati makanannya sambil mengobrol. Wajar saja jika tempat ini dijadikan bagi para pejabat dan pebisnis sebagai tempat makan sambil mendiskusikan pekerjaan. Kabarnya tempat ini dapat menampung pengunjung hingga sekitar 300 orang.


Makanan yang disajikan bergaya penyajian seperti di restoran Minang, dimana semua jenis lauk dan makanan akan dikeluarkan. Kecuali untuk menu utama dan andalan dari rumah makan ini, yaitu pindang ikan, maka pelayannya akan menanyai pengunjungnya, ingin menu pindang jenis ikan apa. Di sini tersedia pindang ikan patin dan pindang ikan bawung. Penulis bersama dengan keluarga mencoba untuk memesan pindang ikan patin dan pindang ikan bawung supaya dapat merasakan semua jenis pindangnya. Pindang ini dimasak dengan campuran daun kemangi yang dipadukan dengan aroma campuran berbagai bahan tambahan lainnya, seperti lengkuas, tomat, nanas, dan mentimun. Sebenarnya di rumah makan ini masih ada 1 jenis pindang lagi, yaitu pindang ikan salai (ikan yang diasap).

Sedangkan menu lainnya dihidangkan seluruhnya di atas meja, ada ikan seluang goreng (ikan seluang merupakan ikan khas sungai Musi berbentuk kecil-kecil dan digoreng sampai garing seperti ikan asin), cumi goreng tepung, sate ikan (jangan dibayangkan kalau bentuknya seperti sate yang kita kenal, karena sate ikan ini adalah ikan yang dihaluskan dan diberi tepung kanji kemudian dibentuk seperti seperti bola dan ditusukkan pada sebatang lidi), tempoyak (berbahan dasar durian mentah difermentasikan yang dibungkus daun pisang dan dipepes dengan cabe merah dan terasa asam), sambal goreng pete, lalapan, serta tidak ketinggalan sambal mangga yang merupakan sambal khas Sumatera.

Pindang ikan patin dan bawung disajikan dalam tempat khas sehingga masih tetap panas. Penulis sangat menikmati makanan ini, walaupun sebenarnya penulis kurang cocok dengan masakan bergaya Melayu yang cukup pedas. Namun karena rasanya yang khas agak asam dan segar, sehingga hidangan ini sangat cocok disantap ketika siang dimana cuaca di kota Palembang yang cukup panas. Namun sebenarnya masih ada satu tempat yang menyajikan patin ikan yang rasanya menurut penulis lebih enak dibandingkan tempat ini, yaitu Rumah Makan Pindang Meranjat Ibu Ucha, namun keunggulan pindang di Rumah Makan Sri Melayu ini adalah pindang yang dihidangkan senantiasa tetap hangat karena dihidangkan di tempat khusus yang terbuat dari bahan stainless steel dan di bawahnya terdapat tungku api kecil untuk menghangatkan.

Di tempat ini juga menyediakan aneka jenis minuman dingin maupun hangat seperti jus tomat, jus jambu, jus alpukat, teh manis, dan minuman kelapa muda yang segar

Penulis membayangkan bahwa Rumah Makan ini adalah merupakan rumah makan kalangan pejabat sehingga harganya tentulah sangat mahal. Tapi ternyata bayangan ini tidak terbukti. Harga makanan di tempat ini relatif masih wajar dan tidaklah sangat mahal. Harga pindang per porsinya rata-rata adalah Rp 15.000.

Menurut informasi yang berhasil penulis peroleh, rumah makan ini didirikan sejak tahun 1991 oleh Ismail Umar, dan Komariah yang konsepnya terinspirasi ketika mereka berkunjung ke Malaysia. Bahkan saat ini Rumah Makan Sri Melayu telah memiliki cabang di Jakarta yaitu di Jalan Veteran, Bintaro dan Bendung Hilir, samping Rumah Sakit Mintoharjo, Jakarta Pusat.